Rindu yang Lupa
Ada yang hendak ikat takdir bersama, sayang keputusan detik tak mengikat.
Satu sendok, dua suap, tiga tenggak air minum, lalu gerakan tangan Fira terhenti. Ada suara aneh yang menahan pencernaan, suatu hal yang menghambarkan rasa makanan. Ia sedang mengambil jatah istirahat malam. Langit menjelma kenangan dalam bungkusan gerimis. Titik embun merayap di permukaan daun-daun Aglonema. Pencahayaan remang di gazebo tempat Fira makan membuat orang di gazebo sebelah tak paham jika telinganya mendengar obrolan. Tubuhnya terhalang dinding anyaman bambu. Riak air kolam di bawah gazebo menguping kalimat-kalimat yang diurai. Perasaan Fira terkoyak. Akal pikirnya terburai, angannya dipaksa menjelajahi ma
الفصول الرائجة