Menjadi Pembantu Maduku
Akhirnya aku sadar, aku benar-benar tidak berguna, aku hanya bisa mendatangkan malapetaka yang merenggut semuanya, aku serasa seperti penjahat di mata anakku sendiri, kaki ku lunglai, aku terduduk di lantai karena beban ini benar-benar menghancurkan mentalku.
"Hiks ... Maafkan Papa, nak. Maafkan Papa, Papa sadar Papa yang bersalah, maafkan Papa sayang. Maaf maaf maaf. " Isakku dalam sesal, bersalah. Air mata ini luruh tidak terkendali saat aku mengingat semua kesalahan yang aku lakukan pada mereka dulu.