Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi

Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi

“Aku menggambar bunga Violet.” “Bagus,” kata Elia sambil tersenyum. Wajah Violet terlihat puas dan bangga. “Aku juga mau menggambar bunga untukmu,” kata ya sambil mengambil kertas yang bertuliskan nama Elia Hart. Violet sangat serius saat menggambarnya. Tubuhnya ikut bergerak seiring dengan gerakan tangannya ketika ia menggambar sebuah kotak. Lalu diatas kotak itu, ia menggambar garis, lalu lingkaran kecil di ujung garis itu.
10568 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai menggambar hinata
Baca
+Pustaka
Till The End Of The World

Till The End Of The World

Ia sangat muak. Suasana dalam ruangan itu begitu sepi, hanya terdengar goresan kasar pada lembaran kertas yang sejak tadi memenuhi meja. Myungsuk dan Jihyun sudah membagi tugas selama seminggu ini. Jihyun yang akan membuat plot serta menggambar kerangka, dan Myungsuk yang akan membuat gambar jadinya. Pada dasarnya, Myungsuk suka anime Jepang, sedangkan Jihyun merasa baik untuk mengambil tema manapun. Pada akhirnya, mereka mencoba untuk menggunakan style gambar Manhwa—komik Korea, bukan Manga—komik Jepang.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai menggambar hinata
Baca
+Pustaka
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

Ia duduk di lantai ruang tamu, menggambar pelan. Lila keluar dari kamar, melihat punggung anaknya dari kejauhan. Ia berjalan mendekat. “Sudah menggambar lagi, ya?” Jatinegara menoleh dan tersenyum kecil. “Cuma pohon dan rumah, Bu.” Lila duduk di sebelahnya dan mengintip gambar itu. Dan memang, hanya ada rumah mereka, halaman, dan pohon besar. Tidak ada sosok. Tidak ada bayangan.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai menggambar hinata
Baca
+Pustaka
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Mungkin, sejak hari itulah, benih perasaan itu mulai tumbuh diam-diam di hati Aksara, seperti lumut yang tumbuh perlahan di sela batu, tak terlihat namun mengakar kuat. Kini, di terminal keberangkatan yang perlahan mulai sepi, Aksara mengambil pensilnya. Ia tidak menggambar pesawat yang lepas landas. Ia tidak menggambar orang-orang yang berpelukan. Ia menggoreskan garis miring pertama, tajam dan tegas, menggambarkan rintik hujan yang mulai membasahi kaca luar bandara.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai menggambar hinata
Baca
+Pustaka
Gadis Hina Penakluk Hati Suamimu

Gadis Hina Penakluk Hati Suamimu

"Apa-apaan sih ini anak!" Dengan begitu geram ia pun membalas pesan tersebut dengan tulisan hidup kapital yang menyatakan dia akan datang besok. Setelah membalas pesan tersebut, Nayla segera mematikan ponselnya dan beranjak duduk di kursi meja riasnya. Ia terus memandangi wajahnya dengan begitu lekat, bahkan tangannya terus menyentuh wajah itu dan mencoba menyamakan wajahnya dengan wajah David.
10830 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai menggambar hinata
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Dan masih banyak gambar-bambar aneh lainnya. “Bagaimana? Kamu suka dengan ruangan ini?” tanya Hinia ramah. “Iya, aku suka, banyak gambarnya.” Jawabku. “Kamu tahu? Setiap gambar itu adalah mantra! Tidak sembarang orang bisa melihatnya.” “Maksudnya?” “Hanya sebagian orang yang bisa menggunakan mantra gambar itu dengan benar. Kalau sampai pada orang yang salah, maka akan berbahaya.”
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai menggambar hinata
Baca
+Pustaka
Cinta Gita

Cinta Gita

Aku Gita. Nama panjangku Sagita Maira. Aku duduk di bangku SMA kelas XII. Keseharianku hanya ke sekolah, tempat les, bermain dengan ketiga temanku dan menemani kekasihku main basket atau sekedar duduk di taman sekolah, menunggu jam lesnya tiba.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai menggambar hinata
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

“Seperti apa?” Nara tersenyum. “Kecil saja.” Sosok itu terdiam. Lalu perlahan— ia mengangkat tangannya. Dan menggambar satu garis. Garis itu tidak lurus. Tidak sempurna. Namun tetap ada. Dan saat garis itu selesai sesuatu terjadi. Sangat kecil. Namun nyata. Warna kembali ke titik itu. Nari terkejut. “Itu… berhasil?”
909 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai menggambar hinata
Baca
+Pustaka
FREL.

FREL.

Jika aku mulai dari sisi kanan, tampak sebuah lukisan gadis kecil yang sedang berlari dan bermain di taman, lalu di sampingnya lagi ada banyak sekali lukisan seorang cewek remaja memasang berbagai macam ekspresi saat sedang membaca sebuah buku. Tunggu! Kenapa dari sekian lukisan yang terpampang di sini wajahnya mirip semua? Wajahnya tak asing lagi buatku. Seperti.... "Kenn, semua yang ada di lukisan ini kan, Gita?" tanyaku panik sambil menoleh ke arah Kenn. "Siapa yang melukis? Astaga, atau jangan-jangan—" "Ya. Hendra yang melukisnya. Hendra cinta banget sama Gita. Ia yang selama ini menjadi sumber inspirasi Hendra."
9.426.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 715 kali sebagai menggambar hinata
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Yunia Rina
iih.. gemes aku sama novel romantis gini.. sukaa.. jalan ceritanya seru. Mengingatkanku masa2 SMA. Pernah kesandung cinta segitiga juga hahaha.. Novelnya bagus nih kalo dibikin filmnya. Masih ditunggu yaa thor novel FREL season 2 (:
Baca Semua Ulasan
Kelana Penyintas Waktu

Kelana Penyintas Waktu

Dia duduk, lalu membuka ransel dan mengambil buku gambar berukuran besar, serta pensil khusus. Asisten 1 Zein itu menggambar denah dengan cepat. Zhao Yìchen mendekat, lalu menambahkan detail lain, supaya lukisan itu lebih akurat. "Koko yang nerusin. Aku mau ngecek mata air," cakap Dirgantara. "Aku nggak bisa gambar model dimensi kayak kamu, Ga," kilah Zhao Yìchen.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai menggambar hinata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status