Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELAN PELAN SAYANG

PELAN PELAN SAYANG

Kenikmatan itu terlalu besar, terlalu dalam. “Mas... terus! Dalam lagi, Mas! Aaaaa... Mas... Mas... Mas!" Gendis menjerit keras, suaranya pecah, melepaskan semua ketegangan yang ia tahan. Ia mencengkeram dan meremas punggung bidang Rain dengan kuku-kuku jarinya, meninggalkan jejak merah sebagai bukti intensitas gairah mereka. Ranjang mereka bergetar hebat, mengeluarkan bunyi derit memilukan, seolah tak sanggup menahan guncangan dari gerakan Rain yang brutal dan tak terkendali.
10488.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.6K kali sebagai menggenang
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Dara Tresna Anjasmara
Dear pembaca, selamat tahun baru 2026. Rain dan Gendis, bakal pamitan nih... mohon maaf kalau cerita mereka kurang menarik, ya. mohon maaf juga kalau ada komentar yang nggak dibalas. Menuju tamat, boleh DM atau isi kolom balasan request sama kita, endingnya mau seperti apapun itu, bebas.
Alan Nasution
bukannya mmbenarkan seorang pembunuh dan komplotannya bebas , tpi aneh aja klo rain brkhir di jeruji besi. ksian gndis , apalagi yg senglek cuma sikap rain balas musuhnya yg ngusik dia duluan. happy ending aja buat rain dan gendis. dan ini hnya novel , mhon pmbca jngan tiru buruknya,ambil baiknya aj
Baca Semua Ulasan
MENANTU MUSUHKU

MENANTU MUSUHKU

Arga menyusul. Begitu pintu menutup, suara pintu besar generator akhirnya jebol. Langkah kaki banyak orang bergema di ruang generator. Delia menarik napas tajam. “Mereka sangat dekat, Arga.” Arga menggenggam tangannya erat. “Kalau mereka dekat, berarti kita lebih dekat lagi pada salah satu hal…” Delia menelan ludah. “Apa?” “Jawaban,” jawab Arga. “Atau kematian.”
578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai menggenang
Baca
+Pustaka
MENGANDUNG BENIH SELINGKUHAN

MENGANDUNG BENIH SELINGKUHAN

Tatapan kebencian, kemarahan dan dendam yang sudah mendarat daging. "Apa maafku bisa membuat anakku kembali?" bersambung ....
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai menggenang
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Tubuhnya sampai gemetar karena kerahkan tenaga dalam berhawa dingin untuk melawan hawa panas yang akan membakar dirinya. "Gggrrr...!" Barong Geni mengerang dengan kaki makin merenggang rendah dan tangannya gemetaran. Peluh pun keluar dari tiap pori-pori tubuhnya. Matanya berusaha memandang sekelilingnya untuk hindari serangan tiba-tiba dari kedua perempuan itu. "Sebentar lagi bagian dalam tubuhmu akan terbakar, Barong! Tak perlu ditahan-tahan begitu, nanti malah jebol bagian bawahmu!" ledek Gincu Mayat sambil cekikikan.
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai menggenang
Baca
+Pustaka
Mengejar Mantan

Mengejar Mantan

tanya Astrid, sambil memasukkan sendok berisi mie goreng ke mulutnya, saat jam istirahat di kantin sekolah. "Iya, aku juga heran, perasaan gak punya salah apa-apa, tiba-tiba menjauh aja, padahal dulu dia antusias banget nyapa aku, sekarang aku kangen suaranya, kangen candanya, kangen perhatian-perhatian dia," jawab Shania, panjang lebar. "Sabar, ya, Shan, kalo jodoh gak kemana," ucap Astrid, menghibur sahabatnya.
8.55.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai menggenang
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Yen dirimu lebih sayang arek kae Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro Aku ngalah dudu mergo aku wes ra sayang Aku mundur dudu mergo tresnoku wes ilang Nanging aku iki ngerteni Yen dirimu lebih sayang arek kae Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung di goleki pas atimu perih Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo Mung dibutuhno pas atimu loro"
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 856 kali sebagai menggenang
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

katanya dengan tampang polos bin bloon. “Wuahahahwuahaha kamu ajak dia nikah? Hahahah 1+1 aja kamu masih belum bisa, tulisan ayam saja kamu baca pitik (pitik adalah bahasa jawa dari ayam), hancurlah kalau kamu nikah, Dikaaa Dika, sadar kamu! Masih ingusan juga,” aku tidak bisa menahan tawa, hingga air mataku berjatuhan dan perutku kram, aku masih tertawa.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai menggenang
Baca
+Pustaka
MAMA PENGGANTI

MAMA PENGGANTI

Alias minyak kayu putih dan koin. “Jangan berisik ya, Sam juga lagi sakit. Kalau ngerasa kekerasan tepuk aja tangan saya” “Iya” Setelah tiga puluh menit akhirnya Neta selesai dengan acara mijet dan ngerokin badan Jayden. “Sudah enakan? Perutnya udah nggak mual?” “Sudah Neta, makasih ya”
9.37.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai menggenang
Baca
+Pustaka
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Teng... teng...teng... Suara dentingan yang berasal dari jam kuno besar menggema hampir diseluruh bangunan rumah tua kakekku ini. Lagi-lagi suara itu membuatku terbangun secara tiba-tiba karena terkejut. Ingin rasanya aku mengumpat akan kebiasaanku yang satu ini. Aku terlalu gampang terbangun dari tidurku, sekalipun bila saat itu aku sedang tertidur dengan sangat pulas. Suara atau sentuhan sedikit saja bisa langsung membuatku terbangun dari mimpi-mimpiku. Aku sangat bersyukur bila kebiasaan itu datang saat aku sedang mengalami mimpi buruk. Tapi, akan sangat kesal jika kebiasaan itu datang saat aku sedang menikmati mimpi-mimpi indahku yang selama ini hanya dapat sebatas anganku saja. Walau be
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai menggenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status