Menuju Matahari
Daun begitu hijau, begitu pula rerumputan, lalu ada bunga-bunga merah dan ungu di kejauhan sana, dan langit berwarna biru sempurna, tanpa noda awan sedikitpun.
Tapi ia dengan cepat melupakan semuanya. Saat ini yang terpenting adalah perut.
***
Dengan langkah bergegas, Bajul menapak naik dari sungai sambil membenahi celananya.
“Ayo, cepat! Jangan lama-lama mainnya! Kita ditunggu di warung!”
“Iya. Sawer belum kenyang mencari tikus atau kelinci kecil.”