Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan
Ujung lengan ditarik ke belakang agar tidak terlipat, punggung ditegakkan, dagu sedikit diturunkan.
“Perhatikan baik-baik, Nyonya Shen,” ucapnya tenang, seolah sedang mengajar putri mahkota.
Kepala Xun menekuk lutut lebih dulu, bukan menjatuhkan tubuh. Dia turun dengan sudut anggun, bokong menyentuh bantalan nyaris tanpa suara. Kedua kaki disatukan rapi ke satu sisi, tidak terbuka, tidak juga kaku. Punggung tetap lurus, bahu rileks, kedua tangan bertumpuk di pangkuan. Kanan di atas kiri, jari-jari rapat, ibu jari tak boleh saling mengait.
Sikat na Kabanata