Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Handuk itu dilipat, lalu diturunkan. Arvendra hampir tersenyum. Perempuan memang kadang begitu. Bertanya, lalu kesal sendiri ketika jawabannya tidak bisa diubah. “Sini,” ujarnya pelan. Bukan perintah, tapi undangan. Anindya tidak menoleh. Pandangannya jatuh ke lantai keramik, mengikuti garis-garis dingin di bawah kakinya.
1040.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
KUNJUNGAN MENANTU

KUNJUNGAN MENANTU

Ibu Claudia berkata dengan marah "Apa? aldi mandul? Aku lihat tubuhnya lumayan sehat, bagaimana bisa mandul, Claudia kamu tidak sedang mencari cara menipu ibu kan?" Claudia menjawab bagaimana mungkin? kita sudah menikah, bagaimana mungkin masil bisa menipu ibu? Lalu di mengirim pesan kepadaku dan menyuruhku untuk turun ke lantai bawah dan mengeluarkan surat hasil tes tadu. Setelah aku turu, aku melihat ibu Claudia dengan canggung, wajahku memerah tersipu malh dan menundukkan kepala. Ibu Claudia menatamku seolah ingin tahu apakah aku pria normal.
8.56.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Bu Guru, Ada Salam Dari Papa!

Bu Guru, Ada Salam Dari Papa!

Andro menundukan kepalanya dengan iringan mata Dewa yang menatap marah. Andro terisak pelan dan bahunya berguncang. Mungkin omongan Dewa membuatnya sadar. Lelaki itu kemudian menyusut sudut matanya seraya memundurkan bahunya ke belakang lemas, sementara mata Dewa aktif mengawasi.
1025.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 808 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Dipandang Rendah Mertua

Dipandang Rendah Mertua

( بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم) -( Sambutan dari penulis )- --------------------------------- DIPANDANG RENDAH MERTUA. Semoga kisah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
1035.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 782 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Stephen menundukkan wajahnya ke dalam syal, tubuhnya gemetar pelan. Dia ingat saat melihatku mengambil potongan-potongan syal itu dari tempat sampah. Saat itu, dia berdiri di belakang dan mengejekku. "Bagaimanapun kamu menyatukannya, dia tetap sudah hancur dan nggak akan kembali seperti semula." Kata-katanya itu penuh makna. Aku mengerti maksudnya, tanganku yang memegang syal pun terhenti. Namun pada akhirnya, aku tetap keras kepala membawanya pergi.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

Dia menunduk dalam, persis seperti rakyat jelata yang menghadap ratunya, sebuah sikap patuh khas orang kecil yang sudah mendarah daging dalam dirinya. Meski kepalanya menunduk, matanya tidak bisa diajak kompromi. Pandangannya mencuri-curi kesempatan menyusuri keindahan kaki jenjang yang kini ada tepat di depan wajahnya. Dari jarak sedekat ini, kulit kaki Adisty terlihat begitu bening, nyaris tanpa pori-pori.
9.7335.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.4K kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

Varel menatap perut Firli yang membuncit. "Bolehkah... bolehkah aku...?" tanyanya ragu, tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya. Firli mengerti. Ia ragu sejenak, sebuah perang batin terjadi di dalam dirinya. Lalu, dengan perlahan, ia mengangguk. Varel mendekat, lalu berlutut di hadapan Firli. Dengan tangan yang gemetar, ia menyentuh perut istrinya dengan sangat lembut, seolah menyentuh benda paling suci di dunia.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
PENYESALAN

PENYESALAN

"Apa, Mbah? Kok begitu?" "Ya. Itulah konsekuensinya." "Tapi--" Andin mulai meragu. "Kalau sudah maju tidak bisa mundur lagi." Akhirnya Andin mengangguk dan berpamitan pulang setelah menyerahkan sejumlah uang pada Mbah Progo. "Kali ini aku gak boleh gagal! Lihat saja Nadia, kau akan kesakitan setengah mati. Hahahaha ..." Dia tertawa terbahak-bahak sembari membolak-balik boneka jerami sebagai media sihir.
9.7229.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Ucapku sebelum menunduk karena terlalu malu menghadapinya. Kedua sudut mataku diam-diam meliriknya. Dapat kulihat Bang Radit duduk di hadapanku dengan tenang, dengan kedua pandangannya yang menatap lurus ke arahku. Takut ketahuan dan semakin malu, dengan cepat aku buru-buru menunduk kembali karena tidak kuat menerima tatapannya. "Sayang ..." Ucapku dengan wajah tertunduk.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai menunduk
Baca
+Pustaka
Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas

Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas

Jujur, itu bukan situasi yang mudah untuk dihadapi. Ada canggung. Ada perasaan tidak enak. Ada juga luka lama yang belum sepenuhnya hilang. Nadine menunduk. Jemarinya saling bertaut pelan di pangkuannya. Hingga akhirnya Nadine menarik napas dalam. Lalu perlahan mengangguk. “Aku mau,” ucapnya pelan. Dirga menatapnya, memastikan. “Yakin?”
10323.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai menunduk
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
CH. Blue Lilac
Halo kakak-kakak readers semua, makasih banyak ya sudah mampir ke buku ini, makasih juga yang udah kasih ulasan, dan gift. Moga kalian selalu sehat, dan makin lancar rejekinya. Love bgt buat kaliaaan... ......
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status