Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu
“Oh, jadi begitu? Dulu aku kerja kamu kesepian, jadi kamu menikahi perempuan lain sedangkan sekarang aku sudah ada di sisimu lalu kamu butuh aku? Jujur saja Mas, aku sebagai perempuan merasa sangat tidak dihargai. Kamu itu kan, sarjana Mas, otakmu itu pintar, jadi Sudah sepatutnya kamu paham dengan apa yang aku bicarakan. Tidak perlu aku menjelaskan dengan detail lagi. Atau otakmu yang pintar itu sudah terkontaminasi dengan pikiran mesum, jadi kamu tidak paham dengan apa yang aku katakan?”
“Ya, Tuhan, Lisa! Tutup mulutmu! Kamu benar-benar kurang ajar ya, berani sekali kamu berbicara begitu padaku. Walau bagaimana pun juga aku tetap suamimu dan kamu tetap harus hormat padaku.”
Bab Populer