Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SILARIANG

SILARIANG

’ Batin Tenri sambil menyeka sudut matanya. Pekerjaan Tenri menginput data dan pembukuan telah selesai sebelum senja. Dia merasa senang karena bisa pulang lebih awal dan memasak untuk suaminya. Dipilihnya menu ikan bandeng pallu mara khas Sulawesi Selatan dan tumis kangkung pedas kesukaan mereka berdua. Biasanya Tyo pulang setelah magrib dan semua makanan sudah tersaji di meja.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai merayu
Baca
+Pustaka
Firdaus

Firdaus

"Mau main apa Ril? Balapan mobil aja kuy!" "Enggak." "Trus?" "Kamu pernah main itu gak?" Jibril menunjuk ke sebuah permainan dengan sebuah layar besar yang memutarkan lagu k-pop. "Hooh... kamu k-poper juga toh?" "Hehe, aku belum pernah cerita ke kamu ya? Makanya aku suka model rambut begini, two-block namanya." "Two-block?" "Iya. Coba deh lu potong kek begini juga, pasti cocok tuh buat lu. Dah lah, yok main."
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai merayu
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

tanyaku sambil menunjuk ke arah gunung di kejauhan sana. “Gunung Merapi.” Aku mengangguk-angguk. “Enak ya, suasana di sini menenangkan. Pemandangannya yang indah gini bikin kita jadi makin bersyukur.” “Iyap. Makanya kita perlu untuk keluar menikmati alam yang indah biar rasa syukur itu muncul.” sahut Mas Wira. “Bersyukur kita masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara segar di sini. Bersyukur kita diberikan kaki yang kuat untuk menopang kita sampai ke sini. Bersyukur kita diberikan mata yang dapat memandang keindahan ciptaan Allah.”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai merayu
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

kata Pendekar Sabuk Maut sambil menyingkirkan Pendekar Pedang Kilat dari atas tubuhnya. “A–ayo!” Keduanya merangkak kabur tanpa menoleh lagi ke belakang. Kirai membersihkan luka Mahzar dengan sehelai sapu tangan berwarna kuning gading miliknya. Sapu tangan tersebut berhiaskan sulaman seekor burung kuau raja pada salah satu sudutnya. “Isst.” Mahzar meringis menahan perih. “Pakai ini!” kata Kuranji, datang menyodorkan sekantong kecil ramuan herbal kering.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai merayu
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Selama setengah jam pertama satu dengan lainnya di antara mereka saling mengobrol. “Sunscreen yang bagusan sih merek Anessa,” ucap Rianti kepada Emmy. Mereka duduk di barisan tengah yang saling bersebelahan. “Itu bukannya merek Jepang itu ya? Yah.. Mehong dong?” ucap Emmy kepada Rianti. “Jadi waktu itu gua kepeleset tuh. Apa karena jari-jari gua ini bulat-bulat apa gimana gitu, rasanya permukaan tebingnya jadi licin semua,”
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai merayu
Baca
+Pustaka
Merajut Asa

Merajut Asa

Merendam kaki di air hangat adalah solusi terbaik. Jovita memilih untuk keluar melalui pintu utama MCEC, tidak melalui akses khusus menuju Pan Pacific. Ia ingin membeli kopi di Charlie Lovett, kedai favoritnya di pinggir sungai Yarra, sebelum membenamkan diri di bath tub. Flat white - yang merupakan kopi terpopuler di Australia - menjadi pilihan Jovita. Berbeda dengan caffe latte, meski sama-sama merupakan campuran steamed milk dan espresso, flat white disajikan dalam gelas berukuran 180 mililiter dengan foam tipis sekitar setengah sentimeter.
1062.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai merayu
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
Moy
Terima kasih sudah membuat bacaan yang luar biasa. Saya benar2 hanyut dalam ceritanya, karena ceritanya benar-benar hidup, tidak mudah ditebak dan pembaca bisa merasakan dilokasi yg ada dalam cerita. Sungguh serasa baca living books dengan asupan subjek bidang psikologi. Dan ternyata ini kisah nyata
asta
Hampir satu tahun istirahat, jeda di Bab 68. Begitu balik untuk menyelesaikannya, untuk mengisi waktu berpuasa, ternyata isi ceritanya berubah. Saya belum menyelesaikan cerita sebelumnya. Saya mengingatnya tentang seorang ibu satu anak yang diceraikan dan tinggal bersama keluarga Swedia di US. (-_-)
Baca Semua Ulasan
Renggali

Renggali

Atau, memilih berkorban atau mengorbankan. Mirip seperti bunga sakura. Sebuah pohon yang hanya bisa tumbuh di satu daerah saja di Indonesia. Bunga yang berwarna merah muda dengan corak putih di tengahnya, belum lagi daun yang hijau membuat suasana hati terasa tenang. Terlihat gadis cantik yang sedang duduk bersandar di bawah pohon itu dengan pena dan buku di tangannya sedang menulis sesuatu. “Riska! Apa kamu baik-baik saja.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai merayu
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

Ah, aku sudah menempatkannya, dalam masalah. "Mariana ... tolong Sayang ...." Suamiku memberi isyarat. Melihat itu aku hanya bisa mengangkat bahu lalu menjauhkan diriku. "Ibu mau minta uang untuk terapi asam urat dan bekam," ujarnya sambil mengusap air mata dengan cepat, aku mengintip dari balik dinding ruang tengah. "Berapa Bu?" "Sejuta dua ratus sekalian Ongkos ...."
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai merayu
Baca
+Pustaka
Arya Tumanggala

Arya Tumanggala

Trangg! Suasana menjadi riuh akibat suara berdentrangan nan ramai. Bunga api berwarna jingga kemerahan memercik di tempat beradunya senjata-senjata itu. Namun hanya sebentar, karena kemudian langsung menghilang ditelan angin. Pertarungan berlangsung sengit. Wyara rupanya memiliki kemampuan di atas rata-rata prajurit Panjalu. Sehingga meski dikeroyok begitu rupa, ia masih dapat mengimbangi lawan.
9.933.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 667 kali sebagai merayu
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Terima kasih untuk semua yang sudah mampir dan membaca cersil ini. Tinggal 12.000 kata lagi menjelang tamat, paling lambat dua hari lagi. Selanjutnya akan ada cersil baru yang merupakan sekuel Arya Tumanggala, dengan tokoh utama tetap sang prajurit, tapi dengan cerita dan jalinan konflik beda.
Artha Trishna
Wow, ini mutiara terpendam di GoodNovel. Sejauh ini satu-satunya cerita silat berlatar sejarah yang informasinya valid, enggak ngawur. Baca ini nambah pengetahuan sejarah. Nama-nama tokoh, juga bahasa dan istilah yang digunakan, semuanya pas sesuai dengan zaman yang diceritakan. Mantap, salut!
Baca Semua Ulasan
The Tears I Shed

The Tears I Shed

Maya ditanya bahasa inggris tahu apa dia coba? "Lontong itu disebut rice rolls. Sayur lodeh itu vegetables cooked in coconut milk. Serundeng itu baked coconut toping. Empal itu sweet fried beef. Sambal terasi disebut shrimp paste sambal dan urap itu vegetables with grated coconut." Jawab Maya lancar.
1033.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 838 kali sebagai merayu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status