Hati yang Kau Sakiti
"Kamu janji kamu tidak akan ninggalin aku, 'kan? Tapi kenapa sekarang kamu ingin pergi dariku?"
Arga menatapnya dalam, rasa bersalah sudah menggrogoti hatinya. Ia menangkup wajah Kiran dengan kedua tangan, menghapus air mata yang mulai jatuh di pipi wanita itu. "Aku memang tidak akan pernah pergi darimu, Kiran. Dengarkan aku baik-baik. Raga kita mungkin akan terpisah jauh, tapi hatiku ... hatiku akan selalu ada di dekatmu, di sisimu. Aku akan selalu ada di sini, begitu juga denganmu," bisiknya, menekan jemarinya lembut di dada Kiran, tepat di atas tempat hatinya berada.
"Tapi kenapa mendadak seperti ini? Kenapa kamu tidak bilang dulu sebelumnya kepadaku?"