Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendadak Kembar

Mendadak Kembar

balas Adrian sambil mengulum buah dada milik Melati yang membuat desahan Melati semakin begitu keras. Melati lalu bangkit dan menaiki tubuh Adrian, kini Melati duduk di atas tubuh Adrian, pinggulnya pun semakin lincah bergerak diikuti desahan nafas yang kian menggebu. Kemudian Melati mencondongkan tubuhnya dan melumat bibir Adrian dengan begitu ganas. Adrian tampak begitu menikmati permainan Melati. "Kamu luar biasa Melati." kata Adrian.
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

"Dasar wong edan!" #Jangan lupa Follow , like dan komen
18.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 705 kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Cowok Culun

Terjebak Cinta Cowok Culun

Temenin Mery sampai belanjanya selesai. Terus anterin dia pulang. Janji ya Ga. Enggak bisa Na, kamu pesen buah. Kamu entar kelaperan. Aku bisa nunggu Ga. Tapi Mery gak, dia pulang sendirian. Please Ga. Kali ini aja. Aldevan mengusap wajah gusar, ditatapnya Mery dari atas ke bawah. Dengan kepangan rambut yang masih sama. Cewek itu tetap menjalankan janjinya.
9.331.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

“Ungh~” Tidak sampai menjadikan ciuman manis ini menjadi ciuman panas sehingga bisa menariknya untuk meninggikan birahi, segera melepaskan pagutan dan membiarkan lengannya supaya kesemutan karena dijadikan bantalan Rarasati dalam tidur menyamping memeluk punggung dan menyusupkan wajah di dada, … Mahendra mengusap-usap pelan pucuk kepala kepunyaan sang istri. CHUU~!
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Dia tidak banyak bicara ketika ia mengambil tempat duduknya, tetapi membuka beberapa kotak kayu yang dibawa oleh Prajurit yang menyertainya, memperlihatkan guci tembikar emas di dalamnya. “Ini adalah mead yang baru diseduh dari Wilayah Crimson Tide. Itu dapat merangsang aktivitas internal fighting spirit. Anggap saja ini sebagai hadiah kecil untuk Yang Mulia Baron.” Vilan terkejut. Ia tidak menyangka bahwa utusan khusus itu tidak akan memasang tampang sombong tetapi akan membawa hadiah, yang membuatnya sedikit santai. Vilan dengan hati-hati menyesap mead itu, dan memang merasakan sedikit lonjakan energi di dalam darahnya, menyebabkan fighting spirit-nya benar-benar meningkat sedikit.
9.78.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
PENGAKUAN ANAKKU

PENGAKUAN ANAKKU

😅😅 #MELEPAS BENALU #KARMA SANG PENGGODA salam hangat 🤗🤗
10145.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
Keperkasaan Sang Mertua

Keperkasaan Sang Mertua

Aku hanya bisa membiarkan ayah mertua yang ada di belakangku memperlakukanku sesukanya. Melihat reaksiku yang begitu hebat, ayah mertua mengeluarkan suara kegembiraan dari mulutnya. "Wah, hari ini aku benar-benar dapat harta karun. Kamu ini seperti wadah sempurna untuk menyalurkan hasrat."
211.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Lebih baik makan marmer daripada kehilangan nyawa di puncak kehidupan. Android Lunar bertepuk tangan 2 kali, bahasa tubuh yang berarti perintah untuk lantai marmer. Lanjut, memutar jari kelingking kiri berlawanan arah jarum jam, sebanyak 3 kali. Itu adalah perintah rumit untuk mengubah lantai marmer menjadi gelas, teko, dan teh manis. Setelah minum beberapa gelas teh yang menggugah selera, Nameless mengatakan tujuannya datang ke tempat itu hari itu.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

Ucapnya sembari melirik ke arahku, yang dapat dengan jelas ku tafsirkan bahwa laki-laki berumur dua puluh dua tahun ini sedang meledek. "AW!" Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menendang laki-laki yang baru saja berbicara ngawur. Aku benar-benar harus menghentikannya sebelum berbicara yang tidak-tidak, dan sangat menyulitkan bagiku untuk kedepannya. Kulirik Bang Radit untuk melihat perubahan ekspresinya. "Sorry, Bang." Dapat kulihat sekilas bibirnya yang justru menampilkan smirk yang belum pernah kulihat selama ini. Ekspresi paling ngeri dan tidak bisa ku tebak maksudnya seperti apa.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
Memar Termanis

Memar Termanis

tanyanya ketus. “Bukan maki!” Abex mendesah panjang, seperti berbicara dengan anak kecil. “Tapi secukupnya aja. Kalau mau main sama cewek, gak usah kasih perhatian lebih, apalagi pakai word of affirmation segala.” “Ck!” Jexon menggerutu, menyandarkan tubuhnya ke bangku. “Lo ini mau bantu gue apa malah ceramahin, sih?”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai merendahkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status