Dipermainkan 100 Kali, Kini Giliranku
Pada hari aku menikah, teman masa kecilku datang untuk merebutku. Dia membawa sekelompok besar teman-temannya dan menendang pintu aula pernikahanku hingga terbuka.
Teman masa kecilku itu mengaku ingin menikah denganku dan mengajakku kabur dari pesta pernikahan.
Hanya saja tidak lama setelah kami keluar, dia melepaskan tanganku dan berbicara sambil tersenyum santai, "Semuanya, aku menang taruhan lagi. Ini yang ke-100 kalinya. Yang kalah, bayar sesuai janji awal ya."
Kemudian, teman masa kecilku itu menoleh ke arahku.
"Aku cuma bercanda doang. Kamu nggak benar-benar menganggapnya serius, 'kan? Kamu bisa masuk lagi dan melanjutkan pesta pernikahanmu."
Mereka semua mentertawakanku yang sudah men