SELALU SALAH
Meskipun dia meragukanku, tapi wajahnya menunjukan kekhawatiran.
"Kalau aku akting, gak mungkin muntah beneran, Mas," sungutku kesal. Udah tahu istrinya lemes begini masih dikira akting.
"Tadi di rumah muntah beneran juga," dia mengungkit lagi. Rupanya masih jengkel dia.
"Iya deh, maaf!" aku mengalah.
"Ya udah ayo masuk lagi, biar Mas pelan-pelan saja bawa mobilnya, nanti kita beli minum kalau ada minimarket," Mas Adit membimbingku masuk mobil.
Hot Chapters