Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jodoh Yang Dinanti

Jodoh Yang Dinanti

ujar seorang wanita paruh baya seraya mengulurkan hijab instan berwarna putih padanya. Araya mendengkus, "Kenapa sih, Bang Adnan harus pulang. Gak bebas, deh, jadinya tinggal di rumah, baru sehari aja udah ngatur harus pake jilbab!" Araya mengambil hijab Instan dari tangan Fatimah—ibu kandung Araya yang sudah berusia empat puluh lima tahun—kemudian Araya memakai hijab tersebut dengan asal.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
Istri Ketiga Pengusaha Kaya

Istri Ketiga Pengusaha Kaya

Gamis syar'i sekaligus jilbab panjang dilengkapi cadar. "Tuan, tapi aku nggak mau bercadar!" "Suatu hari aku ingin kamu bercadar!" "Nggak mau. Nanti ke kuliah pun, aku izin pakai baju biasa," ujar Nada. Kali ini Tuan Abdul mengiyakan. Menurutnya, butuh proses untuk membuat istrinya itu mengerti. Gamis warna pink, marun, hitam dan coklat susu telah dibayar, kini mereka pun meninggalkan butik tersebut dan pulang.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
Derita Istri Pertama

Derita Istri Pertama

Galang menganggukan kepalanya. “Iya Rum.” *** Di tempat lain, Nada baru saja selesai memperbarui data toko onlinenya di beberapa marketplace. Ia sudah menghabiskan stok pakaian yang di jual. Karena kini Nada memfokuskan tokonya untuk menjual berbagai macam hijab, ciput, dan mukena. Seperti biasa wanita itu sibuk bekerja di lantai dua bersama Shanum dan Bude Sri. Hanum tidak bisa menemani lagi karena sedang menjalani ekskul pencak silat di sekolahnya.
25.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
Dinikahi Mantan Adik Ipar

Dinikahi Mantan Adik Ipar

Tanya Raffan membuat Atihsa cemberut. “Raf, setelah ini aku mau mutusin buat pake cadar. Menurut kamu gimana?” “Kamu kan udah pake cadar di pernikahan kemarin.” “Iyya, tapi aku tuh mau dalam keseharian aku, tapi aku kadang merasa nggak pantes sih, ilmunya masih kurang banget.”
1017.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 499 kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
Noda Di Balik Hijab Humairah

Noda Di Balik Hijab Humairah

Ia terlihat kacau balau. "Aku tak pantas mengenakan hijab! aku sudah ternoda," isak Humairah sembari mematut wajahnya di cermin yang ada di dalam kamar mandi. Gadis malang itu pun keluar dari kamar mandi dalam keadaan mata sembab. Ia pun terkejut karena di atas ranjang king size tersebut ada sebuah paperbag berisi pakaian muslimah yang dibelikan oleh Abian melalui asisten pribadinya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
Dalam Pernikahan Tanpa Nafkah

Dalam Pernikahan Tanpa Nafkah

“Coba pakai deh sebagai pelengkap. Pasti lebih cantik.” Aku pun lekas mengambil salah satu cardigan yang warnanya cocok dengan dress. Kumematut diri di depan cermin setelah memakainya. Aku merasa diriku lebih elegan dan terjaga dengan hijab. Terlintas apa aku sebaiknya berhijab juga dalam keseharianku? “Mbak, sudah belum?” tanya Lidia dari depan membuat lamunanku ambyar. “Oh iya, sudah.”
1041.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Vadi tiba-tiba memecah lamunanku. “Eh, nggak, kok,” kilahku agak gelagapan. Kubenarkan letak pasmina instan warna merah muda yang kubeli beberapa waktu lalu via marketplace. Kali pertama aku keluar rumah memakai hijab. Rasanya memang agak aneh. Namun, adem. “Galau?” tanyanya lagi dengan tolehan yang sekilas. Aku tak berani menatapnya. Menunduk saja sembari menarik napas dalam-dalam.
9.875.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
Mendadak Menikahi Dokter Kaya Misterius

Mendadak Menikahi Dokter Kaya Misterius

Di tutup dengan kain sedikit tentu akan jadi bagus. Meluncur ke kamar Dinda membongkar tasnya dan menemukan sehelai hijab segiempat berwarna putih dengan motif bunga di pinggirannya. Kembali keluar ia langsung menyeret meja itu ke bawah sebuah pohon Palem. Berikut dua kursinya. Lalu menggelar hijabnya menjadi taplak. "Nah, begini baru mantap!" serunya dengan senyuman. Dinda kembali ke dalam dan melihat Andra menghias hasil masakannya dengan saos dan beberapa lembar kemangi dengan begitu telaten.
9.86.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
SUAMI ONLINE

SUAMI ONLINE

Setidaknya ini menjadi langkah awal mendapatkan pahala lain setelah bergelar istri. Perlahan, wanita yang mulai menemukan kembali arti hidup itu menutup rambut hitamnya dengan hijab segi empat. Skenes sengaja memilih warna yang senada dengan bajunya, yakni cokelat susu.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
Mencari Jejak Maria

Mencari Jejak Maria

"Mas, ini bagus nggak. Aku suka warna ungu." Maria menunjukkan pasmina padanya. "Bagus. Kamu coba dulu. Pilih yang bisa menutupi dada," jawab Rangga. Dan itu menjadi patokan Maria tiap kali beli jilbab. "Kalau cadar itu hukumnya gimana, Mas?"
9.892.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai mewarnai hijab cadar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status