Benih Siapa di Rahim Istriku?
Aku berjalan pelan menuju kamar berniat mengganti pakaian dengan yang lebih rapi, sebab tidak mungkin pergi mengenakan daster rumahan seperti ini.
Memantas diri di depan cermin, menatap wajah yang terlihat pucat pasi laksana orang sedang mengidap sebuah penyakit. Ragu-ragu mengambil bedak yang tergeletak di atas meja rias, menyapukannya di wajah dan memoles sedikit lipstik berwarna merah muda di bibir. Ternyata aku masih terlihat cantik jika mau berdandan dan tidak kalah dengan wanita-wanita muda lainnya.
Kuambil hijab berwarna senada dengan gamis yang sedang kukenakan kemudian menutup rambut panjangku yang sudah aku ikat rapi. Sempurna.