MAWAR
Mawar mendekati kucing itu lalu menatap Dito dengan tatapan penuh kebencian, sekaligus tersiksa karena harus menahan tawanya saat melihat wajah Dito yang memucat.
"Pus..pus.. kemari," Kucing berwarna oranye itu menghampiri Mawar. "Aw pintar sekali." ucapnya senang.
Dito bergidik ngeri melihatnya. "Jadi itu kucing punyamu? Pantas saja jelek, seperti pemiliknya," ucapnya mencemooh.
Mawar memberikan tatapan tajam, dia berdiri dengan tangannya yang menggendong kucing tersebut.