Kau yang Diantaranya
Seperti biasa ritual yang entah sejak kapan, menjadi kebiasaan untuk seluruh orang yang pergi ziarah seperti ini.
Seekor kucing mengeong terus di dekat mereka, corak bulunya memiliki tiga warna hitam- coklat- kuning, dengan tubuh berbulu putih. Mata berhiris vertikal melihat ke arah Aiza, ketika ia merapal doa tadi bahkan ketika ia masuk gerbang pemakaman. Sekarang kucing itu mendekat tepat di samping Aiza, Wira yang masih berdoa saja tadi memerhatikan. Begitu mereka selesai dan berjalan di jalan setapak pemakaman, kucing itu pun masih juga mengikuti mereka. Aiza menghela napas melirik Wira tersenyum memberi isyarat, lelaki berkuncir itu menghela napas berhenti melangkah.
Hot Chapters