Antara Ambisi dan Cinta
Seolah ada suara kecil yang membisikkan—“Kalau kamu enggak buka DM itu sekarang, kamu akan menyesal.”
Pelan-pelan dia melangkah semakin mendekat, ponsel itu masih menyala, menunggu disentuh. Tangan Cantika terukur meraihnya, sementara jantung sudah berdetak tak karuan. Layar digeser. Tidak terkunci.
Tangannya bergetar ketika ia menekan ikon I*******m. Kotak pesan terbuka, dan seketika matanya disuguhi deretan panjang DM dari Elara.