Takdir Cinta Sejati
Napasnya mulai terengah-engah, dan tubuhnya bergeming, seolah takut untuk bangun dari mimpi yang menyesakkan itu.
“Bagas!” tubuh Airah refleks terbangun dari pembaringan, matanya terbuka lebar, napasnya tersengal-sengal, seolah-olah ia baru saja berlari marathon tanpa henti. Jantungnya berdebar kencang, seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja ia alami dalam mimpinya. "Astagfirullahaladzim," gumamnya pelan, mengucap doa yang sudah begitu sering ia lafalkan dalam hati. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, berusaha menenangkan diri, namun perasaan cemas dan takut masih menyelimutinya, seolah mimpi buruk itu masih menghantui dalam keheningan malam yang dingin.
Hot Chapters