CALON MERTUAKU
Rosa Rasyidincalon mertuasuamiku calon mertuakucalon mertua adalahcalon menantu
“Kalau mimpi, kenapa? Kamu tidak suka bersama Om? Istri pertama Om sudah meninggal, mau diputar waktu ke belakang juga tidak bisa.
Sakit kepalaku mendengar jawaban Om Andi. Aku berbaring di ranjang yang spreinya warna jadul sekali. Dia memijit kepalaku. Sempat terdengar dua anaknya—bukan anakku ternyata—masuk, tapi Om Andi meminta mereka main di luar saja.
“Maaf, tapi ini juga bagian dari mimpi kita, Nora.”
“Mimpi kita atau mimpi Om aja?”