Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Aku menunggumu, Arga. Tidak peduli seberapa lama, tidak peduli berapa banyak air mata, aku tetap menunggumu. Dan sekarang… penantian itu akan segera berakhir. Aku akan memelukmu lagi, bukan dalam mimpi, bukan dalam halusinasi, tapi nyata. Aku akan merasakan hangatmu lagi. Aku akan memanggilmu suami, dan kau akan memanggilku istri, tanpa ada kontrak, tanpa ada batas.”
Tangannya meraih bantal di sisi ranjang, memeluknya erat-erat, membayangkan itu adalah tubuh Arga. Air matanya terus mengalir, tapi kali ini penuh kebahagiaan. Ia bahkan bisa membayangkan wajah Arga tersenyum padanya, sesuatu yang jarang ia lihat, tapi selalu ia rindukan.
Di kamar sempit itu, Aisyah menutup mata, membiarkan dir
ตอนยอดนิยม