DOSA TERINDAH
“Kamu hamil, ya?”
Hilang sudah kantukku. “Apa-apaan, sih, Pi!”
“Kamu hamil, Aya. Aku ... aku tadi mimpi kita punya bayi laki-laki. Lucu banget mukanya mirip kakaknya. Mungkin itu pertanda kamu lagi hamil, Sayang.”
Aku bangun lalu menegakkan punggung bersandar pada headboard tempat tidur, sementara pria yang sepertinya juga baru saja terbangun dari mimpinya itu tidur menghadap perutku.