TEMAN WANITA AYAHKU
“Dan Bunda yakin, dia udah nyiapin semuanya, May. Cepat atau lambat, kita bakal dipaksa jatuh ke dalam permainannya. Kalau masa itu datang, kamu cuma punya dua pilihan, entah lari demi nyelametin diri lalu balas dendam kalau bisa atau kamu sengaja masuk ke jebakan itu tanpa peduli bakal hidup atau mati.”
“Ish, Bunda jangan nakutin aku, dong. Kita, kan, punya hukum. Apa iya dia berani macam-macam?”
“May." Nada suara Ida menurun, matanya menatap lurus ke depan. “Di negara ini, berapa banyak, sih, kasus pembunuhan yang kelihatannya ‘kecelakaan’? Ada yang tiba-tiba kegantung sendiri di rumah. Ada juga yang potongan tubuhnya muncul di sungai. Bunda bukannya nakutin. Cuma pengen kamu sadar kalau o