Berpisah Untuk Bersatu
kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku, "Mungkin Allah memang menghendaki agar kamu ngasih tahu ke Mbak tentang pekerjaan itu, Dek?"
Entah mengapa, aku dan Dik Uji sama-sama tertawa kecil. Jauh di dasar hati, aku bersyukur mendapatkan informasi lowongan pekerjaan ini. Berdoa juga, semoga jika memang itu adalah jalan rezeki untukku dan anak-anak, Allah mudahan semuanya. Jangankan jadi pengasuh anak di Jerman, jadi pengasuh anak unta di padang pasir yang tandus pun aku rela. Demi kebaikan dan kebahagiaan keluargaku. Terutama, anak-anak dan masa depan indah mereka.
Hot Chapters