Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perfect Match

Perfect Match

Keyna pun menutup matanya, berusaha mengingat ada dimana ia semalam. "ALFIAN!" To be continued...
3.7K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as mind full
Read
+Library
YOU

YOU

“Jadi LO dari sekolah mana?” “SMA Islam Ar-Rahman” “Mereka ngirim berapa tim?” “Cuma ngirim 1 tim.” “Kirain ngirim 2 tim.” Aluna merasakan getaran pada saku almamaternya, ia mengeluarkan smartphone hitam miliknya dan mendapatkan notifikasi masuk Direct Message dari Andira. Gadis itu tersenyum membaca pesan dari sahabatnya sejak masa SMA, Aluna pun membalas pesan tersebut dengan senyum masih terlukis di wajahnya.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as mind full
Read
+Library
Mistpouffer

Mistpouffer

Saat Namika pikir itu tidak akan bertambah parah, dia salah. Namika kini bisa membaca pikiran orang dengan radius enam meter tanpa perlu melakukan apa pun. Jika tidak ada Alora dan Yumi, mungkin Namika sudah memilih untuk melakukan homeschooling. Namika memejamkan matanya dan mengembuskan napasnya. Rasanya sangat damai. Tidak ada suara-suara yang berputar di kepalanya tanpa henti. Hening. Keheningan yang Namika sukai.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as mind full
Read
+Library
Muda dan Liar

Muda dan Liar

Aku yakin, Paman takkan berani menggangguku lagi. Semalam aku tidak bisa tidur dan kantung mataku menjadi lebar seperti panda. Menyebalkan! Aku jadi harus memakai banyak makeup untuk menutupinya. Padahal aku tidak suka memakai banyak makeup karena kulitku begitu sensitif. “Tamara!” “Iya Mom!”
4.0K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as mind full
Read
+Library
Brave Heart

Brave Heart

Di depan pintu toko pakaian yang baru saja mereka tinggalkan, ada seorang pengemis yang melempar uang receh pada seorang ibu-ibu yang memberinya sumbangan. "Lihatlah pengemis itu. Sudah miskin, sombong lagi. Saya tidak membahas tentang masalah pelitnya orang yang memberi. Itu lain lagi kasusnya. Tetapi tentang masalah mental. Banyak lagi contoh orang miskin tapi sombong yang pernah saya temui. Misalnya pengamen yang memaki orang yang memberinya uang receh seribu, atau preman yang marah kala diberi uang sekedarnya saat memalak. Saya bukan orang yang religius, Seruni. Tapi saya ingat, ayah saya pernah berkata bahwa orang miskin yang sombong itu termasuk salah satu dari empat golongan manusia y
1038.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as mind full
Read
+Library
Me and You

Me and You

“Sana, Mai, kamu aja yang masuk. Nih uangnya.” Alfa menyodorkan beberapa uang lembar kepada Humaira. Saat ini mereka bertiga berhenti terlebih dahulu di minimarket untuk membelikan pesanan umi Alfa yang tadi sudah mengingatkan anaknya itu agar tidak kelupaan. “Kan Kakak yang disuruh Umi,” tolak Humaira. “Tolong dong, Mai. Kakak ada keperluan nih,” bujuknya pada Humaira.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as mind full
Read
+Library
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

tekan Rafa "Hayalan? Kau bilang itu semua hanya hayalan?" "Lalu apa? Hanya kau yang tau semua ini. Sudahi imajinasi konyol yang tidak bermutu,dan jangan bawa-bawa aku. PAHAM!" Rafa marah, ia lelah dengan semua mimpi yang berkelanjutan dan tidak tau arah tujuan mimpi yang ia alami "Suatu hari nanti kau akan mengerti!! Pergi" Argebi membuang wajah tidak ingin melihat lelaki yang ada di hadapannya.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as mind full
Read
+Library
MINE

MINE

Diva meraih tangan Ana cepat, "Kita bicara berdua ya, Na?” Ana mengangguk dan mengajak Diva untuk berbicara di kamarnya, "Sebenarnya Ada apa?" tanya Ana menutup pintu rapat. Diva menghela nafas lelah, "Vinno bener-bener kayak orang gila, Na. Semua orang sampe pusing!" "Gila gimana?" "Seminggu ini dia selalu pulang malem dan sering mabuk. Dia juga meracau kalau kamu itu selingkuh sama orang yang namanya Rendy."
1035.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as mind full
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneprend
“Yap, makanya jangan jadikan standar yang ada di masyarakat itu membuatmu nggak bahagia, bahkan menjadi buah pemikiran yang berlebihan sampai buat diri jadi depresi.” Aku menyodorkan permen kapas kepada Alfa. Ia mengigitnya langsung. “Manis.” gumamnya. “Kalau asin, namanya garam bukan permen.” sahutku sewot. Alfa terbahak. “Padahal aku mau ngegombal tadi tuh.” “Nggak suka digombalin. Nggak kenyang.” “Tapi bikin sayang?” tanya Alfa jahil.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as mind full
Read
+Library
Heartless

Heartless

Setiap detiknya terlalu berharga buat disia-siakan demi basa-basi nggak penting, pikir Arion. "Well. Well. Arion Anderson. Long time no see!" Lagi pula, orang di sebelahnya ini terkenal pembuka obrolan ulung. Perempuan di penghujung tiga puluhan yang antusias, ceria, dan terdengar sedikit mabuk. Arion memalingkan wajah dan memamerkan ekspresi terkejut.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as mind full
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status