KAMASEAN
Barangkali laki-laki yang telah menabur benih itu enggan bertanggung jawab, mungkin karena itu juga ia hendak mengakhiri hidupnya.
“Hei, kenapa masih diam di sini?” hentak Sean yang langsung mengagetkan Daniel.
“Ya, saya pergi sekarang.” Daniel pun bergegas keluar dari ruangan itu.
Begitu Daniel pergi, mata Sean langsung berkaca-kaca. Wanita itu tampak meraba perutnya, merasakan janin yang masih berdenyut di sana. “Maafkan mama yang sudah berniat membunuhmu, Nak,” batinnya. Pikirannya benar-benar kalut setelah keluar dari galeri Frans dengan cercaan dan hinaan yang terasa menikam batinnya. Itu sebabnya, ketika melihat sebuah mobil melintas di jalanan, Sean langsung menabrakkan dirinya tanpa
Hot Chapters