Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AMORAGA

AMORAGA

"Ini, si Raga. Dia chat gue." Gita yang tengah mengunyah cokelatnya langsung terbatuk mendengar sebuah nama yang Amora sebutkan. Cewek itu langsung berlari menghampiri Amora dan mengambil alih ponsel itu untuk memastikan sendiri. Ternyata benar ... Itu Raga. "Gila! Ini, sih, keajaiban dunia ke delapan setelah petra di Yordania." Gita mengambil ponselnya lalu memotret pesan dari Raga.
109.2K viewsOngoingAdded to Library 256 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Hayu

Hayu

“Minumlah, hanya ini yang kami punya, mungkin tak semahal kopi yang biasa kamu minum, tapi yakinlah kopi ini mampu mengembalikan kewarasanmu yang hampir menghilang, walaupun hanya sedikit.” Jelita yang merasa tak enak hati dengan ucapan Hayu pun segera menyeruput kopi yang masih mengepulkan asap. Dia juga mengambil satu kue yang sangat dia sukai. Kue dengan warna hijau dan taburan kelapa di atasnya mengingatkannya pada maminya. “Hem, enak, Hayu. Kue ini mengingatkan aku kembali pada kenangan di mana mami sering menemaniku setiap sore.”
105.2K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
FIORE

FIORE

Etheldreda Cindyoursririciri
Pada malam itu, bulan purnama muncul dengan posisi tertingginya. Iris pergi ke rumah kaca sendirian dan membawa beberapa toples kaca yang telah berisi air hujan. Iris mencari satu spot yang terkena sinar bulan dan mulai meletakan setiap toples kaca tersebut beserta beberapa batu kristal yang selalu ia bawa. Tujuannya adalah untuk memurnikan air tersebut untuk menahan sihirnya agar tidak mudah untuk terlihat. Iris selalu menggunakan air tersebut untuk di usapkan pergelangan tangan, leher, dan belakang telinga— seperti sedang memakai parfum, namun satu perbedaannya adalah air tersebut tidak mengeluarkan aroma apapun.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Kemilau Senja

Kemilau Senja

Bubur ini lumayan bisa mengobati rinduku dengan bubur ayam buatan bibi. Terdengar seseorang memasukkan mobil di garasi, itu pasti Mas Nando, aku masih asyik menikmati bubur ayam, tidak terlalu menghiraukan suara mobil Mas Nando. Terdengar suara pintu terbuka. "Assalamualaikum," ucap Mas Nando sembari melangkahkan kakinya menghampiriku. "Wa'alaikumussalam warahmatullah," jawabku tanpa melihatnya.
1011.0K viewsOngoingAdded to Library 372 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Tok Tok Mawar langsung tersentak, dia berlari menuju ranjang kembali, memposisikan nampan makanan di pangkuan seperti semula. "Berusaha untuk kabur, heh?" Mawar langsung mendongak dan menatap Nico dengan pandangan tidak bersalah. Nico berdecak melihat ekspresi itu, "ck. Kau lihat itu?" tunjuk Nico pada benda yang tidak asing di mata Mawar. "Cctv itu tersambung ke ponselku," ucap Nico sambil mengangkat ponselnya. "Apa-apaan kau, keparat!" Mawar sontak berteriak, kedua tangannya mengepal.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Fantazia

Fantazia

Tidak tega sebenarnya melihat Ibu kesusahan. Aku menghela nafas dengan berat, bergegas untuk mengantarkan kue pesanan. Ku kendarai motorku melintasi pusat kota. Layar besar di tengah kota memperlihatkan acara perilisan penemuan baru yaitu Energizer Food, dan aku melihat tuan Jasper di sana bersama para ilmuan bawahannya. Sialan bagaimana kejahatan mereka berhasil sedangkan aku disini sangat menderita berkat ulah mereka.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Bunga Perang Shogun Tokugawa

Bunga Perang Shogun Tokugawa

Semua siswa penasaran dengan penampilan fisik orang-orang berkulit pucat yang beberapa saat lagi akan tiba di Keio. Tiga orang murid wanita sedang berkumpul di bawah pohon Ginkgo dengan daun kuningnya yang berguguran menutupi tanah tempat mereka berpijak. Adalah Kiyoko Akamatsu, salah seorang dari empat murid wanita itu, dengan paras manis dan tubuh yang mungil.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Aku beranjak dari tempat tidur dan melihat Livia sedang duduk di tepi ranjang, mengenakan handuk kimono yang membungkus tubuhnya dengan anggun, rambutnya yang basah menetes lembut di bahunya. "Selamat pagi," sapanya dengan senyum manis, matanya berbinar melihatku terbangun. Aku merasa seolah waktu terhenti sejenak saat melihatnya. Dia terlihat begitu cantik, dan aku tidak ingin melewatkan momen ini. "Selamat pagi," balasku, masih terpesona. "Kopi ini dari mana?" "Aku yang membuatnya," jawab Livia sambil menunjukkan cangkir kopi yang menunggu di meja. "Dan aku sudah membaca suratmu."
2.0K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
KAMASEAN

KAMASEAN

Battrice pun tersenyum, setelah bertahun-tahun mencoba merebut hati Frans dan selalu terhalang oleh perempuan bernama Kamasean itu, kini Battrice justru muncul sebagai pemenang mutlak. Battrice menghampiri Nyonya Richardson yang duduk di salah satu sofa yang memang disediakan untuk para tamu yang hendak berkunjung ke galeri itu. “Tante, sepertinya Frans masih sangat mencintai perempuan itu,” ucap Battrice dengan nada mengiba sembari duduk di sebelah Nyonya Richardson.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
“Honeymoon kok di gunung? Kamu aneh-aneh aja!” Aku menghirup kuah pop mie. “Nggakpapa dong, biar beda dari yang lain.” kataku polos. Mas Wira menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar perkataanku. Benar-benar fita ini limited edition. Anehnya itu khas, gumamnya dalam hati. “Mas, itu gunung apa?” tanyaku sambil menunjuk ke arah gunung di kejauhan sana.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as mizu no kokyū
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status