BUKAN IPAR SEMBARANGAN
“Padahal kalau kamu bisa nyetir, Mas bisa beliin kamu mobil, Sayang! Jadi bisa berangkat kerja sendiri. Mas kadang suka repot kalau lagi banyak kerjaan.”
“Eh, aku bisa, kok, Mas.” Reflek aku menjawab. Selama di Riau, aku sudah terbiasa mengemudikan mobil. Ayah memang bukan pengusaha kaya. Dia hanya petani sawit. Namun, untuk urusan kendaraan, ayah juga gak ketinggalan.
“Kamu bisa nyetir, Sayang?” Mas Wisnu menatap ragu. Sementara itu, aku mengangguk cepat.
Bab Populer