Kama Sutra
“Kau boleh jijik melihat semua ini. Tapi aku memang tidak ingin menutupi segala keburukanku padamu, Sutra. Inilah sisi gelapku yang tak semua orang tahu. Bahkan … hanya kau satu-satunya yang tahu akan hal ini.”
Sutra hanya bisa terdiam, kedua netranya melihat ke segala penjuru ruangan yang begitu mewah, tertata apik dan klasik tersebut. Sayangnya, kenapa di setiap sudut ada sesuatu yang harus berbau dengan seks. Itu yang Sutra tak habis pikir. Namun, Kama sudah menjelaskan jika dirinya adalah orang yang bisa dikatakan kelainan. Tapi entah kenapa, Sutra mulai menikmati pemandangan itu.
“Apa dulu kau sering di sini?” tanya Sutra sambil menyentuh sebuah dildo yang berada di meja kaca. Alat itu
Bab Populer