Dok, Please Cukup!
balas Eleanor, suaranya mulai naik, tidak lagi tenang seperti biasanya.
"Aku cuma tanya satu hal, Bu," ucap Malik, suaranya kini turun menjadi jauh lebih dingin, lebih menekan dari sekadar teriakan. "Apa aku punya saudara?"
Hening kembali menyergap sambungan telepon tersebut. Nindy berdiri diam di samping Malik, tangannya diam-diam mencengkeram pinggiran pagar balkon, menunggu jawaban yang tidak kunjung datang.