Dua Kali Menjadi Rahim Pengganti
"Ayo keluar aku harus buru-buru segera ke kantor hari ini. Oh iya, lupakan semua perkataanku tadi malam di ruang keluarga. Anggap aku tak pernah mengatakan apa-apa. Aku tak akan pernah lagi menjadi orang bodoh yang pemaksa seperti dulu."
Bian segera berlalu berjalan ke arah pintu keluar, tak memberiku kesempatan untuk berbicara sepatah kata pun. Dia tidak sedang akan pergi jauh dariku, kan. Semua kata-katanya barusan membuat hatiku tidak tenang.
***
"Ma, Mas Bian belum pulang?" tanyaku pada Mama yang masih di ruang santai.
Mama sedang membaca sebuah majalah. Meksipun sekarang zaman serba digital, tapi Mama masih menyukai buku fisik daripada melihat di gawai.