Berbagi Suami
Langkah Adrian berhenti di ruang keluarga, menatap mama sedang membuka dus-dus yang berserakan paket belanjanya.
“Adrian, sudah pulang?”
Wini baru keluar dari lift. Ia menatap tidak enak pada suami dan mamanya, “Mas, mama—“
Mama menghampiri Adrian, “Masa kamu tega membuat mama tinggal sendiri di rumah kamu yang lain? Mama tidak akan lama disini. Bulan depan juga pulang.”
“Bulan depan?” Adrian bertanya untuk mengkonfirmasi pendengarannya.
“Iya. Mama ingin sekali ditemani anak dan mantu ketika masa sulit begini. Perceraian tidak pernah mudah, Adrian.”