Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Forever Hours

Forever Hours

Kendaraan di luar tak lagi berderu berisik, bahkan angin tak pula bersiul atau riuh hendak menamparkan ranting-ranting ke jendela. Hanya ada Fira yang memaku tatap pada sebuah buku yang terbuka di atas meja. Bukunya menyembulkan beberapa kelopak bunga yang sudah kering dan menguning. Ada perasaan aneh yang menjalar di seluruh sudut relung dadanya. Seperti tengah memberitahu jika sesuatu akan kembali, tetapi bukan dengan cara yang terlalu baik.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Sang Penguasa

Tawanan Cinta Sang Penguasa

katanya, “bahkan di tempat paling berantakan pun, aku bisa menemukan sesuatu yang mengingatkanku pada Abisko.” Marco berjalan pelan mendekat, lalu mengambil buku itu dari tangannya. “Aku akan membelinya.” “Kenapa?” “Karena kau menyentuhnya.” Hiriety menggeleng, tapi tidak menolak. Mereka meninggalkan toko dengan satu kantong kertas kecil berisi buku tua, dan melanjutkan berjalan kaki melewati jalan-jalan berkerikil dan bangunan tak terawat.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Aku pergi dengan atasan kemeja lengan panjang dan bawahnya mengenakan celana panjang kulot. "Maaf Mbak, ada keperluan apa ya? Hari ini kami ada tamu khusus jadi diharap kalau niat Mbak cuma melihat-lihat, tolong ditunda dulu dan silakan datang di lain waktu." Aku yang hampir saja nyelonong mau naik ke lantai atas tempat yang dikatakan Bu Resa lewat pesan pribadinya. dicegat oleh salah satu karyawan butik tersebut. Katanya aku perlu di lain waktu untuk kembali lagi. "Eh, ehm … anu, itu, Saya mau nemui Bu Resa. Saya mau–"
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 814 kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Maka pukul sembilan tadi Baskara berangkat ke kantor setelah sebelummya membuatkan sarapan. Sisa hari Ria habiskan tanpa banyak aktivitas. Tapi di dalam kepalanya tidak ada yang berhenti dipikirkan. Sama sekali tidak ada. Aru datang membawakan cemilan. Gadis itu menyuruhnya agar bersantai di ruang keluarga. Bukan saja karena khawatir kalau kamar yang baru selesai dibereskan itu mendadak hancur lagi, tapi juga karena kesendirian terkadang membuat hal-hal yang mustahil terjadi bisa dilakukan.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
OSIS LYFE (INDONESIA)

OSIS LYFE (INDONESIA)

Setelah memikirkan masalah masalah yang membuat otakku seperti sedang dipasangi dinamit selama berjam-jam, tanpa sadar aku sudah terlelap begitu saja di atas meja. ****** *Kring kring, kring... Suara bel di mejaku berbunyi, dengan refleks aku terbangun dan berdiri disambung dengan menunduk ala-ala orang jepang karna setelah berjam-jam duduk disini, akhirnya ada orang yang ingin membeli buku di toko terpencil seperti ini. "Ah iya baik kak, selamat datang di Maeda bookstore silahkan letakan bukunya disini dan mohon tunggu sebentar... terima-"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

tanya Giselle saat Akira tiba di sampingnya dan membawa Giselle memasuki sebuah kedai kopi yang terlihat estetik namun asri. Morning Mist. Begitu yang Giselle baca di plang nama depan kedai kopi ini. “Ini tempat ngopi favoritku. Kopi Sumbawa di Morning Mist benar-benar luar biasa,” jawab Akira seraya ‘mendorong’ tubuh Giselle dan menempatkan tangannya di punggung Giselle. Membuat Giselle mau tak mau merangsek maju sambil memperhatikan suasana di dalam kedai kopi yang ternyata masih ramai meskipun kini sudah jam sembilan malam.
1029.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
AMORIST

AMORIST

“Nothing.” Setelah jarum panjang menujukkan pukul tiga sore, Xaviera meninggalkan perpustakaan ketika teman-temannya bubar jalan karena kesibukan masing-masing. Ayra ke supermarket dan Jeffran tentu saja akan bersiap untuk makan malam romantis dengan seorang gadis. Dengan tote bag berisi leptop dan beberapa buku yang ada di tangannya, ia berdiri ke luar ruangan.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
Memori Setengah Hari

Memori Setengah Hari

Semoga. Pandangan mata Sofie menembus jendela. Matahari siang begitu terik. Jutaan serbuk bunga sari beterbangan dalam gerakan slow motion. Burung merpati ramai riuh menari-nari di atas bukit. Ingin sekali dia berlari meraihnya. Keluar kemudian menyatu dengan alam nan luas. Bebas lepas. Sesaat dia teringat kembali janji hatinya. Masa-masa indah bersama Dimas dan...pertunangan. Ingin sekali Sofie mengunjungi makam Dimas sekedar mengirim doa. Meski dalam hati sulit dia percaya hal gila yang menimpanya ini. Dia terbangun dan tidak ingat apa-apa lagi selain kecelakaan dan apa peristiwa setelahnya selain aku terbangun kemudian tiba-tiba dibilang monster kemudian diikat dan ditusuk suntikan berkal
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Om-Om

Terpaksa Menikahi Om-Om

Bisa gawat di laporkan ke ayah. Rasanya tak sabar hari esok seperti apa. Terutama menemani Ryuji seharian. Semoga si Makoto itu tidak mengganggunya. *** Suasana SMA Sakura sudah ramai, banyak penjual buku yang berjejer rapi. Ada juga pedagang kaki lima yang numpang jualan karena ramai. Fumie sampai terpesona dengan buku yang ia incar selama ini akhirnya di depan mata!
9.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Dia sekarang mensejajarkan dirinya sebagai korban pengkhianatan. “Isae persis seperti orang-orang Kuromori yang berbuat ulah,” kesal Kasami sambil menghentakkan langkah kakinya dengan keras hingga gaungnya terdengar. “Selamat pagi, Kasami!” Kasami terhenti, melihat siapa penyapa dirinya. Ada Pak Orochi yang sedang mencuci di kamar mandi yang terletak di belakang rumahnya. Pintu kamar mandi sengaja tak di tutup agar menghalau pengap. Kasami sudah terbiasa melihat Pak Orochi mencuci baju, namun kali ini cuciannya begitu banyak, bahkan tiang jemuran pun sudah penuh oleh baju yang selesai di cuci. Sedangkan di keranjang sana masih ada pakaian kotor. Sedangkan Minra, putri bungsunya, sedang terta
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai more days at the morisaki bookshop
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status