Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Brave Heart

Brave Heart

Tapi sudah kadung sampai di sini, sebaiknya ia memeriksa lebih teliti saja. Antonio mulai naik ke tingkat satu. Gelapnya gedung tua, membuatnya harus menggunakan flashlight ponsel karena tidak ingin meraba-raba dalam gelap. Ada tujuh lantai di sini. Dan di lantai ketujuh lah biasanya mereka bermain. Karena lantai tujuh itu lapang. Tidak ada atap di atasnya. Jadi mereka semua merasa bebas tanpa batas. Perkiraannya tepat sekali. Alexa ada di sana. Duduk nelangsa dengan pandangan mata kosong dalam kegelapan. Mafia kesasar ini tampak depresi. Maklum saja, Om Axel itu tegas sekali orangnya. Sekalinya ia mengatakan A, maka sampai mati pun akan tetap A. Keteguhan hatinya tidak perlu diragukan lagi.
1038.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as mother flame
Read
+Library
Wave of Love

Wave of Love

“Kamu pucat, Nania.” Bahu wanita itu jatuh terkulai, lalu air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya mengalir begitu saja. Ia menangis sambil memegangi kepala yang terasa mau pecah. Suara isaknya keras, gagal berusaha menguasai diri. Adam kembali mengulurkan tangan, tetapi Nania menghindar. "Sudah." Nania mengusap pipinya dengan kasar. "Tolong bawa aku kembali ke vila."
10299 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as mother flame
Read
+Library
My Mafia

My Mafia

Membuat Camelia meneteskan air matanya. Seharusnya, air mata itu bukan apa-apa bagi seorang Mafia sepertinya. Dia sudah terbiasa membunuh seseorang dengan tangannya. Tapi saat air mata itu menetes, ingatan akan sosok ibunya yang meneteskan air mata di detik-detik kematiannya hadir di benaknya. Ingatan yang membuat hati nurani Caesar muncul. Caesar menggenggam. Tidak, perasaan sialan ini tidak boleh muncul! Caesar menguatkan cekikannya pada leher Camelia. Aku bisa membunuh perempuan ini!
104.3K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as mother flame
Read
+Library
Kesayangan Mami

Kesayangan Mami

Seperti ada harapan di sana, mungkin untuk bisa kembali lagi merajut tali kasih. "Apa kamu bilang? Ibu tiri yang jahat? Itu sih wajar, aku hanya nggak nyangka aja ternyata ada juga Mami kandung yang jahatnya kayak kamu." Tante Mita berujar, sambil berkacang pinggang. Entah kenapa, kali ini aku setuju dengan Tante Mita. Dia memang orang yang tepat, untuk membakar hati Mami.
1053.4K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as mother flame
Read
+Library
Sentuhan Mama Muda

Sentuhan Mama Muda

tanya Rose dengan malu-malu sambil melangkah mendekati Mami yang terlihat masih duduk santai di sofa sambil memainkan ponselnya. "Iya, sudah di ruang 313," ucap Mami santai, tetapi berhasil membuat Rose seketika mendengus kesal. "Kenapa tidak memanggilku?" Rose berbicara dengan nada sedikit berteriak dan hal itu berhasil membuat Mami seketika meletakkan ponsel, lalu menatap tajam ke arah wanita tersebut. "Apa urusannya denganmu?" tanya Mami sambil berdiri menampakkan emosi yang tak terkendali.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as mother flame
Read
+Library
Good Sister

Good Sister

Satpam membuka gerbang sedikit, seukuran badannya untuk membantu Bulan berdiri. "Enggak papak, Pak. Saya murid baru kelas 10, gak boleh terlambat, jadi tolong kasih saya masuk, ya? Sekali aja," mohon Bulan dengan wajah yang ia sedih-sedihkan. Memiliki paras menawan, Bulan tahu bahwa suatu hari nanti ia harus menggunakan wajah pemberian ibunya ini untuk sesuatu yang berharga. Salah satu contohnya memohon di depan satpam.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as mother flame
Read
+Library
Pembalasan Seorang Ibu

Pembalasan Seorang Ibu

Aku melihat ada sekelompok orang di depan batu nisan putriku, mereka memegang payung dan memegang bunga. Saat mereka melihatku, yang berdiri paling depan mulai menangis. Dia adalah salah satu anggota pemadam kebakaran yang dipimpin oleh Haris saat itu. Dia menatapku dengan tatapan kosong dan berkata, "Kak ... Kak Mika, maaf ...." "Kamilah yang sudah nggak menyelamatkannya .... Kami juga bersalah ...." Aku tidak mengatakan apa pun, menundukkan kepala, dan mengusap batu nisan Nea. Mereka malah menangis lebih keras.
6.9K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as mother flame
Read
+Library
FLOWIE

FLOWIE

Luke menatap lekat kedua mata hazel Flowie yang sudah dibanjiri air mata. “Namun belakangan, aku memahami satu hal. Ibumu tidak bersalah. Bahkan dia dan papa adalah korban permainan kotor mama dan nenekku dan mengetahuinya membuatku sangat sakit. Aku adalah rencana kotor itu, Flow. Aku adalah rencana kotor mama untuk memisahkan papa dan ibumu saat itu,” Luke terisak berusaha menekan rasa sakit di dadanya.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as mother flame
Read
+Library
Last Flower

Last Flower

Bayu tak bisa marah, itu bukanlah sebuah pelecehan, tindakan mereka merupakan bentuk kasih sayang terhadap Bayu, meskipun sekujur tubuh Bayu menjadi korbannya. Dalangnya adalah Sukma, pembina wanita mereka di pramuka. Sukma merencanakan semuanya setelah mendapat saran dari adiknya, Ana. Semunya tertawa riang kecuali Bayu, ia masih menatap sekejur tubuhnya, tidak tahu apa yang akan ia lakukan dengan keadaannya. "Selamat, Yu," ucap Yuri dengan senyuman manisnya. Bayu menatapnya sekilas, masih dengan ekspresi putus asanya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as mother flame
Read
+Library
Mama Muda

Mama Muda

Dalam mimpinya, ia melihat bundanya yang tertabrak mobil, tapi orang yang menabrak tak bertanggun jawab, malah melajukan mobil meninggalkan lokasi kejadian. Mamanya seorang diri karena jalanan waktu itu sore hari yang sepi. Ia seperti melihat ruh ibunya keluar dari raga dan berpamitan dengannya. Ibundanya tersenyum hangat dan manis, seperti yang biasanya beliau lakukan. Naomi ingin mengejar ruh ibunya yang bergerak menjauh, tapi langkah kakinya begitu berat, ia tak mampu melangkah walau ingin. Naomi pun menangis sejadi-jadinya.
1023.4K viewsCompletedAdded to Library 701 Times as mother flame
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status