MERTUA RASA MADU
Tukang ojek yang sudah kubayar itu langsung mengatakan bahwa diri ini harus sabar lalu dia berpamitan pergi.
Setelah aku bisa mengambil napas ibu mengajakku masuk ke dalam rumah dan mendudukkanku di kursi ruang tengah, dengan cepat beliau mengambilkan segelas air dan menyodorkannya padaku.
"Minum dulu, Maria, karena kesedihan kau bahkan tidak ingat untuk membenahi jilbabmu yang berantakan," ucap Ibu dambil memperbaiki letak jilbabku, namun di saat itu dia langsung melihat bekas pukulan ibu mertua di pipi kiriku.