Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut

Kenapa hatinya sesak setiap kali mengingat ekspresi Sabrina dalam kepingan ingatannya? Matanya kembali tertuju pada makanan yang masih ada di meja. Bukti bahwa Sabrina memang benar-benar datang. Andro menghela napas panjang, mencoba mencari kepastian. Ia berdiri, berjalan ke meja makan, dan melihat piring kosong dengan remah-remah kue serabi yang masih tersisa. "Serabinya sabrina memang enak," gumamnya lirih.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Lutut Alexander lemas, dia jatuh ke lantai. Mafia berdarah dingin itu, pria yang pernah menembus hujan peluru tanpa sekalipun mengedipkan mata, benar-benar hancur. Dia merangkak ke sisinya, tangan gemetar menyibakkan rambut yang kusut dan berlumuran darah dari wajahnya yang tak bergerak. "Alana! Bangun! Ini nggak lucu!"
57.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Martabak Setan

Martabak Setan

Ia akan mencari bantuan untuk membongkar kedok Nek Ude Sobel, agar tak ada lagi warga yang terpedaya oleh martabak pembawa petaka itu. Di dalam gelapnya malam juga perut yang kosong karena belum terisi apa pun, Zilga terus melangkah, mencari jalan kelurar dari hutan ini. Walau tadi ia sudah mengingat jalan, namun kini ia sudah melupakannya lagi.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

Yakni buah pisang. “Makanlah. Kamu juga pasti lapar, kan?” Alih-alih melakukan apa yang Purbasari sarankan, Lutung yang awalnya mengambil buah pisang dari sodoran tangan, … malah langsung melemparkannya ke belakang punggung. “Uk! Uk! Aaak!” Dia menggerutukan sesuatu dalam bahasa monyet yang seperti menyiratkan dengan jelas, kalau ia malah tak menyukai buah pisang itu seperti kerabat-kerabatnya yang lain.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Lelaki itu terkekeh dan mencolek pinggul Ibuk, berbalas pelototan tajam. "Gimana gak kurus kering, banyak sekali pantangan makanan. Mbah Utimu benar-benar kolot di jamannya. Gak boleh makan telur, ikan dan protein hewani lainnya. Alasannya, nanti jalan lahir jadi gatal dan memperlambat proses pemulihan. Hari-hari, ibuk cuma makan kuluban (sayur rebus) dan botok tempe semangit (tempe yang hampir busuk)."
1094.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Mute Husband (BAHASA INDONESIA)

Mute Husband (BAHASA INDONESIA)

Gak lupa gue bawain dia tablet yang ada lambang apel kegigit marmutnya biar dia gak susah kalau nulis. Tinggal ketik aja. Gue ngelirik kak jungmo yang sekarang ngetik sesuatu di tablet canggihnya itu. 'Ada peraturan sebelum kamu aku ajarin' "Peraturan apa kak?" 'Kalau satu kali contoh kamu gak inget,aku cium kamu' ANJIR SEKALI PERATURAN MACAM APA INI?! Kak Jungmo nyengir ganteng.Iyalah ganteng kalau gak ganteng udah aku buang Ahahah.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
SELALU DICAP MANDUL

SELALU DICAP MANDUL

Sambal tongkol, sambal ikan asin, sayur lodeh nangka muda, dan perkedel buatan Bu Ami, adalah menu yang sangat Izza sukai. Pernah suatu sore, Izza sedang makan di rumah Bu Ami. Tiba-tiba Mas Bambang muncul dan menyeletuk dengan omongan menyakitkan. "Idih, datang makan, datang makan. Enak dong. Jangan makan terus, Zah. Nanti badanmu se-gedhe tugu kabupaten, lhoh. Dan makin susah beranak (punya anak) dong," ucapnya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Bab 4 Bukan hal yang mudah untuk membujuk Mutia, karena gadis yang sekarang tidak lagi menjadi gadis itu memang pilih-pilih makanan. Mutia memang tidak menyukai sayur, apalagi tauge yang dianggapnya memiliki bau yang tidak sedap, padahal Sania sudah merendamnya di air yang mendidih supaya bau yang tidak enak itu hilang. Jadi tauge yang dipakai untuk campuran gado-gado itu dalam kondisi yang masak, bukan mentah. Tapi tetap saja Mutia tidak menyukainya.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

Bocah itu patuh. Nesa merasakan hatinya begitu miris melihat Icha dan makanan yang diberikan Andin. Rasanya tak tega anak sekecil itu hanya diberi nasi putih dan telur ceplok dengan kecap. “Duh, Andin. Icha,” lirihnya dalam hati. “Siapa sangka, anak dan keturunan Om Beno bernasib malang begini.” Nesa seperti teriris menyaksikan fakta menyedihkan itu.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Merajut Kasih Yang Hampir Sirna

Merajut Kasih Yang Hampir Sirna

Namun, tanganku terkepal kuat hingga kuku-kuku jariku memutih. “A- anu Mas,” jawabnya gagap. Tanpa aba-aba, aku langsung melayangkan bogem mentah ke wajahnya. Iya yang sedang tidak siap tersungkur ke belakang. Buru-buru Mutia berlari menghampiri kami ketika mendengar ada suara benda jatuh. Sebuah bas bunga pecah tidak bersisa. “Apaan sih kamu?” bentak Mutia, wanita itu menatapku nyalang.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status