Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mutiara Hati Yang Terabaikan

Mutiara Hati Yang Terabaikan

Sandra cepat Menimpali, “Kalian berdua cocok. Kalau Masayu ada kurang seperti belum bisa masak, tenang, semua bisa dipelajari. Percaya pada proses. Mama saja dulu di awal nikah tidak bisa masak sama sekali. Tapi sekarang sudah bisa masak banyak jenis makanan. Apalagi makanan khas Palembang seperti ini.” Beruntung, mereka tidak lagi bicara tentang pekerjaan. Raden selamat sekarang. Sebelumnya Masayu sudah berjanji untuk tetap menjaga nama baik di hadapan orang tuanya. Artinya besar kemungkinan dia tidak mungkin bercerita tentang pekerjaan itu sekarang. Raden harap demikian. Mereka lanjut makan menikmati setiap hidangan yang tersaji di atas meja. Semuanya enak. Ada beberapa makanan yang sampai
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut

Kenapa hatinya sesak setiap kali mengingat ekspresi Sabrina dalam kepingan ingatannya? Matanya kembali tertuju pada makanan yang masih ada di meja. Bukti bahwa Sabrina memang benar-benar datang. Andro menghela napas panjang, mencoba mencari kepastian. Ia berdiri, berjalan ke meja makan, dan melihat piring kosong dengan remah-remah kue serabi yang masih tersisa. "Serabinya sabrina memang enak," gumamnya lirih.
10987 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Lutut Alexander lemas, dia jatuh ke lantai. Mafia berdarah dingin itu, pria yang pernah menembus hujan peluru tanpa sekalipun mengedipkan mata, benar-benar hancur. Dia merangkak ke sisinya, tangan gemetar menyibakkan rambut yang kusut dan berlumuran darah dari wajahnya yang tak bergerak. "Alana! Bangun! Ini nggak lucu!"
56.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Martabak Setan

Martabak Setan

Ia akan mencari bantuan untuk membongkar kedok Nek Ude Sobel, agar tak ada lagi warga yang terpedaya oleh martabak pembawa petaka itu. Di dalam gelapnya malam juga perut yang kosong karena belum terisi apa pun, Zilga terus melangkah, mencari jalan kelurar dari hutan ini. Walau tadi ia sudah mengingat jalan, namun kini ia sudah melupakannya lagi.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 354 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Nameless Love

Nameless Love

Untuk memastikan bapak penjualnya tidak lupa jika untuk aku tidak memakai sosis sebagai campurannya. "Sama saja kan, yang di cari makanan ini saja," komentar ku. Nasi mawut. Nasi yang di goreng di campur dengan mie di tambah dengan sayuran, suwiran ayam dan juga telur mata sapi. Punyaku telur mata sapinya matang sempurna, milik Mas Alshad matang separuhnya. Padahal katanya tadi gak mood, gak, udah makan tadi pagi. Nyatanya sekarang milih makanan yang aku tawarkan.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Lelaki itu terkekeh dan mencolek pinggul Ibuk, berbalas pelototan tajam. "Gimana gak kurus kering, banyak sekali pantangan makanan. Mbah Utimu benar-benar kolot di jamannya. Gak boleh makan telur, ikan dan protein hewani lainnya. Alasannya, nanti jalan lahir jadi gatal dan memperlambat proses pemulihan. Hari-hari, ibuk cuma makan kuluban (sayur rebus) dan botok tempe semangit (tempe yang hampir busuk)."
1094.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Mute Husband (BAHASA INDONESIA)

Mute Husband (BAHASA INDONESIA)

Gak lupa gue bawain dia tablet yang ada lambang apel kegigit marmutnya biar dia gak susah kalau nulis. Tinggal ketik aja. Gue ngelirik kak jungmo yang sekarang ngetik sesuatu di tablet canggihnya itu. 'Ada peraturan sebelum kamu aku ajarin' "Peraturan apa kak?" 'Kalau satu kali contoh kamu gak inget,aku cium kamu' ANJIR SEKALI PERATURAN MACAM APA INI?! Kak Jungmo nyengir ganteng.Iyalah ganteng kalau gak ganteng udah aku buang Ahahah.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
SELALU DICAP MANDUL

SELALU DICAP MANDUL

Sambal tongkol, sambal ikan asin, sayur lodeh nangka muda, dan perkedel buatan Bu Ami, adalah menu yang sangat Izza sukai. Pernah suatu sore, Izza sedang makan di rumah Bu Ami. Tiba-tiba Mas Bambang muncul dan menyeletuk dengan omongan menyakitkan. "Idih, datang makan, datang makan. Enak dong. Jangan makan terus, Zah. Nanti badanmu se-gedhe tugu kabupaten, lhoh. Dan makin susah beranak (punya anak) dong," ucapnya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Bab 4 Bukan hal yang mudah untuk membujuk Mutia, karena gadis yang sekarang tidak lagi menjadi gadis itu memang pilih-pilih makanan. Mutia memang tidak menyukai sayur, apalagi tauge yang dianggapnya memiliki bau yang tidak sedap, padahal Sania sudah merendamnya di air yang mendidih supaya bau yang tidak enak itu hilang. Jadi tauge yang dipakai untuk campuran gado-gado itu dalam kondisi yang masak, bukan mentah. Tapi tetap saja Mutia tidak menyukainya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

Bocah itu patuh. Nesa merasakan hatinya begitu miris melihat Icha dan makanan yang diberikan Andin. Rasanya tak tega anak sekecil itu hanya diberi nasi putih dan telur ceplok dengan kecap. “Duh, Andin. Icha,” lirihnya dalam hati. “Siapa sangka, anak dan keturunan Om Beno bernasib malang begini.” Nesa seperti teriris menyaksikan fakta menyedihkan itu.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status