Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TERPAKSA MENIKAHI JURAGAN TUA

TERPAKSA MENIKAHI JURAGAN TUA

Ada dua orang lelaki yang berhenti di sana dan gegas turun. “Sorry, gue telat, Mut! Si Muklis ini kebanyakan makan rujak!” pekik seorang lelaki dengan kaos lengan pendek dan celana selutut seraya turun dari boncengan sepeda motor. “Gue juga baru dateng! Biasa kan Muklis emang langganana telat!” kekeh Mutia tertawa seraya memamerkan deretan gigi putihnya.
1074.1K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as mulut sobek
Read
+Library
Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

Tak terasa air matanya menetes mengingat semua kenangannya dengan Rio. "Sudah jangan menangis lagi. Memang enak makan sambil menangis itu? Akan tambah menyesakkan. Ayo sini makan," ajak Mulki. Mulki membuka Styrofoam yang berisi nasi goreng itu dan menyerahkan pada Gendhis. "Kamu harus makan separuhnya ya? Kau mau?" tanya Gendis. "Aku tak akan habis," ucap Mulki.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as mulut sobek
Read
+Library
Mahligai yang terkoyak

Mahligai yang terkoyak

celetuknya menahan kesal ulah sahabatnya yang asal bicara. Satria tersenyum ketika melihat Indah sedang duduk bersama Luna. Mereka menyantap pesanan yang baru saja terhidang. Luna tampak tak sabar. Dia sudah kelaparan karena melihat ujian tadi sangat susah dan menguras energinya. "Indah, menurutmu, ujian tadi susah enggak?" "Susah, sudah banget malam. Aku saja tak tahu, apa jawaban aku benar apa enggak? Secara Pak Satria memberi soal yang sulit. Mana kemarin aku banyak tak masuk."
3.3K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as mulut sobek
Read
+Library
Dear Joy

Dear Joy

Muti duduk dengan santai sambil menegak teh hangat, sedangkan Cintia mulai dengan sesuap mi instan di mulutnya. "Kok makan yang beginian? Itu ada banyak menunya." Muti mendekatkan dirinya padaku dan berbisik, "tadi aku tidak sengaja melihat hal yang tidak baik di sini." Cintia mengangguk seakan tahu hal yang sedang dibisikkan Muti padaku. "Jorok." Satu kata yang cukup mewakili. Alasan itu memang masuk akal.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as mulut sobek
Read
+Library
Menghancurkan Suamiku

Menghancurkan Suamiku

Saat keluar, ibu jari itu telah berlumuran saliva. Marianna menatap kosong. Pria bermata coklat yang tengah asyik menikmati tubuhnya kini mulai melucuti pakaian sang hawa. Mengekspos tubuh molek nan indah, mahakarya yang tak pernah dinikmati pria selain dirinya. “Astaga” Gumam Abimanyu dengan suara serak.
539 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as mulut sobek
Read
+Library
Suami Tak Ada Akhlak

Suami Tak Ada Akhlak

24. Hutang Berbunga *** Mulut Matun menganga, betapa terkejutnya ia saat mendapati hanya dua tempe goreng dan satu tahu goreng juga sambal yang tinggal sedikit. Pandangannya beralih pada wadah di mana sebelumnya ia meletakkan sayur bening. Tangannya terulur pada centongnya dan mulai mengaduk. Betapa miris hati Matun kala mendapati hanya kuah yang tersisa, tanpa sayuran sama sekali.
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 352 Times as mulut sobek
Read
+Library
Nice to Meet You Again

Nice to Meet You Again

Bruk, Meliana terduduk karena dorongan Neni, wanita itu berkacak pinggang dan menatap tajam ke arah Meliana. "Makan dan minum semua yang aku buat!" titah Neni. Ada sayur kecambah, sayur hijau lainnya, buah pisang dan semangka, lalu jus tiga buah dari wortel, tomat dan apel, ditambah lagi madu hangat. Meliana melongo melihat meja makan yang penuh akan hasil karya Neni, ia menoleh pada Neni ingin bertanya, tapi Neni justru memutar wajah itu kembali memandang meja.
1022.3K viewsCompletedAdded to Library 467 Times as mulut sobek
Read
+Library
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

RAGIL Aku merasa napsu makan Susi tidak normal akhir-akhir ini. Masa iya bisa makan berat sampai lima kali sehari. Belum lagi cemilan yang tidak bisa disebut ringan. Kadang bakso, somay, soto mie atau ketoprak. Itu semua berat juga Sepertinya aku harus menyelidiki apakah yang terjadi padanya normal atau tidak. Mungkin harus mengecek ke dokter juga sebab khawatir nanti makin tak terkendali.
1010.7K viewsCompletedAdded to Library 245 Times as mulut sobek
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Senyum yang pahit namun membebaskan. Krek. Aku merobek cek itu menjadi dua bagian. Suara kertas yang sobek terdengar sangat memuaskan di telingaku. Krek. Krek. Aku merobeknya lagi. Dan lagi. Sampai cek bernilai satu miliar itu berubah menjadi potongan-potongan kertas kecil tak berharga. Aku menaburkan potongan kertas itu di atas meja makan yang mengkilap, membiarkannya berserakan seperti konfeti di pesta perpisahan yang menyedihkan.
9.472.6K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as mulut sobek
Read
+Library
Mutiara Hati Yang Terabaikan

Mutiara Hati Yang Terabaikan

Sandra cepat Menimpali, “Kalian berdua cocok. Kalau Masayu ada kurang seperti belum bisa masak, tenang, semua bisa dipelajari. Percaya pada proses. Mama saja dulu di awal nikah tidak bisa masak sama sekali. Tapi sekarang sudah bisa masak banyak jenis makanan. Apalagi makanan khas Palembang seperti ini.” Beruntung, mereka tidak lagi bicara tentang pekerjaan. Raden selamat sekarang. Sebelumnya Masayu sudah berjanji untuk tetap menjaga nama baik di hadapan orang tuanya. Artinya besar kemungkinan dia tidak mungkin bercerita tentang pekerjaan itu sekarang. Raden harap demikian. Mereka lanjut makan menikmati setiap hidangan yang tersaji di atas meja. Semuanya enak. Ada beberapa makanan yang sampai
2.0K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as mulut sobek
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status