Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Yang Pernah Kau Buang

Wanita Yang Pernah Kau Buang

tebak Wulan yang mana sukses membuat Bu Mutia mencebikkan mulutnya. "Jangan kenceng- kenceng kalau bicara. Toh soto pak Haji juga terkenal enaknya. Kalau ada yang praktis ngapain dibikin ribet. Beli aja 2 porsi tanpa nasi plus minta kuahnya yang banyak, cukup lah untuk sarapan kita bertiga." "Astaga, mimpi apa aku semalam. Aku bil..." "Nih 50ribu buay kamu. Jangan banyak protes." ucap Bu Mutia yang sukses membuat senyum Wulan berkembang.
11.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 381 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Raja Terakhir Dinasti Wang

Raja Terakhir Dinasti Wang

gerutu Mu Lan lirih. Diraihnya buah persik kering karena perutnya menolak makanan berat setelah beberapa hari tidak terisi makanan. Dimasukkannya buah kering itu utuh ke dalam mulutnya, tapi rahangnya segera berhenti mengunyah. “Ah, apa ini?!” pekiknya terkejut seraya memuntahkan makanan ke dalam piring kosong.
1024.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 941 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAHI JURAGAN TUA

TERPAKSA MENIKAHI JURAGAN TUA

Ada dua orang lelaki yang berhenti di sana dan gegas turun. “Sorry, gue telat, Mut! Si Muklis ini kebanyakan makan rujak!” pekik seorang lelaki dengan kaos lengan pendek dan celana selutut seraya turun dari boncengan sepeda motor. “Gue juga baru dateng! Biasa kan Muklis emang langganana telat!” kekeh Mutia tertawa seraya memamerkan deretan gigi putihnya.
1073.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

Gagal Jadi Maduku, Dia Jadi Iparku

Tak terasa air matanya menetes mengingat semua kenangannya dengan Rio. "Sudah jangan menangis lagi. Memang enak makan sambil menangis itu? Akan tambah menyesakkan. Ayo sini makan," ajak Mulki. Mulki membuka Styrofoam yang berisi nasi goreng itu dan menyerahkan pada Gendhis. "Kamu harus makan separuhnya ya? Kau mau?" tanya Gendis. "Aku tak akan habis," ucap Mulki.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Mahligai yang terkoyak

Mahligai yang terkoyak

celetuknya menahan kesal ulah sahabatnya yang asal bicara. Satria tersenyum ketika melihat Indah sedang duduk bersama Luna. Mereka menyantap pesanan yang baru saja terhidang. Luna tampak tak sabar. Dia sudah kelaparan karena melihat ujian tadi sangat susah dan menguras energinya. "Indah, menurutmu, ujian tadi susah enggak?" "Susah, sudah banget malam. Aku saja tak tahu, apa jawaban aku benar apa enggak? Secara Pak Satria memberi soal yang sulit. Mana kemarin aku banyak tak masuk."
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Dear Joy

Dear Joy

Muti duduk dengan santai sambil menegak teh hangat, sedangkan Cintia mulai dengan sesuap mi instan di mulutnya. "Kok makan yang beginian? Itu ada banyak menunya." Muti mendekatkan dirinya padaku dan berbisik, "tadi aku tidak sengaja melihat hal yang tidak baik di sini." Cintia mengangguk seakan tahu hal yang sedang dibisikkan Muti padaku. "Jorok." Satu kata yang cukup mewakili. Alasan itu memang masuk akal.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Menghancurkan Suamiku

Menghancurkan Suamiku

Saat keluar, ibu jari itu telah berlumuran saliva. Marianna menatap kosong. Pria bermata coklat yang tengah asyik menikmati tubuhnya kini mulai melucuti pakaian sang hawa. Mengekspos tubuh molek nan indah, mahakarya yang tak pernah dinikmati pria selain dirinya. “Astaga” Gumam Abimanyu dengan suara serak.
429 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Suami Tak Ada Akhlak

Suami Tak Ada Akhlak

24. Hutang Berbunga *** Mulut Matun menganga, betapa terkejutnya ia saat mendapati hanya dua tempe goreng dan satu tahu goreng juga sambal yang tinggal sedikit. Pandangannya beralih pada wadah di mana sebelumnya ia meletakkan sayur bening. Tangannya terulur pada centongnya dan mulai mengaduk. Betapa miris hati Matun kala mendapati hanya kuah yang tersisa, tanpa sayuran sama sekali.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Senyum yang pahit namun membebaskan. Krek. Aku merobek cek itu menjadi dua bagian. Suara kertas yang sobek terdengar sangat memuaskan di telingaku. Krek. Krek. Aku merobeknya lagi. Dan lagi. Sampai cek bernilai satu miliar itu berubah menjadi potongan-potongan kertas kecil tak berharga. Aku menaburkan potongan kertas itu di atas meja makan yang mengkilap, membiarkannya berserakan seperti konfeti di pesta perpisahan yang menyedihkan.
9.468.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai mulut sobek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status