Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
A Part of Me

A Part of Me

Harus dibanyakin lagi bikin lamarannya, karena gue gak tahu lamaran mana yang akhirnya bisa bikin gue jadi seorang pekerja. “Hanki, lo liat yang di sana gak?” Tanya Dobi sambil menunjuk orang tersebut. “Ya liat, Bi. Gue cuma minus bukan buta, lagian gue udah pake softlens. Masa orang segede gitu gak bisa gue liat” gerutu gue. “Hehehe. Cakep ya. Lo suka gak?” “Enggak. Gue males suka sama orang kalau gak ada timbal baliknya”
2.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as my bar
Read
+Library
BA'DA MAGHRIB

BA'DA MAGHRIB

Kata Jihan. Alea pun menuruti apa kata ibunya. Ia menuju ke ruang makan untuk menyantap makan malam bersama kedua orang tuanya. Reihan yang tadinya baru saja pulang bekerja, langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Shower tua yang ada di kamar mandi itu ia nyalakan. Gemercik air dari shower tersebut telah membasahi seluruh tubuhnya. “Haaaah. Rasanya segar sekali.” Katanya sambil memejamkan mata.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as my bar
Read
+Library
Istrimu, Bukan Kekasihmu

Istrimu, Bukan Kekasihmu

Jawabku “Lo itu kan kudet, jadi nggak bisa dijadiin indikator ke famousan suatu hal.” Aku hanya bisa berdecak kesal, aku menarik menu dan mulai membukanya. Kemudian memesan La Ji Zi dan Wonton, serta jus jeruk. “Ai, lo baik-baik aja kan?” tanya Barram tiba-tiba. “Apa si Bar, lo tuh nanyain itu mulu. Lo mau gue nggak baik-baik aja?” tanyaku kesal. “Yaelah, diperhatiin salah, nggak perhatiin salah. Kayanya gue harus lanjutin spesialis cenayang biar bisa nebak pikiran cewek.” Dia mengerucutkan bibirnya.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as my bar
Read
+Library
Mengejar Cinta Tuan Barra

Mengejar Cinta Tuan Barra

Sarah membuka kedua matanya, tapi ternyata Barra sudah berlutut di lantai seraya memegangi kepalanya. "Barra, kamu kenapa?!" tanya Sarah panik. Barra tidak menyahuti pertanyaannya, ia terus menggeram dengan keringat sebesar biji jagung membasahi dahinya. Dalam keadaan tangan gemetar, Barra merogoh saku kemejanya dan meminum dua butir obat tanpa merk yang Sarah tidak tau itu obat untuk apa. "Barra, aku panggilkan dokter ya?"
106.7K viewsCompletedAdded to Library 194 Times as my bar
Read
+Library
Me and You

Me and You

“Baik, Tante. Terimakasih.” Hanya suara tegukan air yang terdengar di antara kami. Kue yang sering lengket di tenggorokan ini, sesekali macet. Membuat siapa saja yang menyantapnya akan tersedak jika sial. Aku salah satunya. “Uhuk.. Uhuk...” langsung kuteguk air dingin dari dispenser agar kemacetan ini berakhir. “Kau harus belajar bela diri, Yan,” Genta mencairkan suasana.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as my bar
Read
+Library
Bareksa

Bareksa

Raut muka Ashton tenang, namun kilau matanya berbahaya. "Hukum tertinggi Bareksa adalah melindungi. Mutlak. Nggak bisa digantikan, nggak bisa diwakilkan. Kamu udah tahu itu. Jadi, sekali lagi kamu ngomong gitu, aku yang bakal potong lidah kamu. Ngerti?" Nala tidak mengira Ashton semarah itu. Ia menganggukkan kepala dengan gugup. Lebih baik menghindari perselisihan dengan orang seperti Ashton, apalagi Nala mengetahui dengan baik seperti apa kemampuan pemuda itu.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as my bar
Read
+Library
Bara di Hati Mikha

Bara di Hati Mikha

Ia bahkan menggelengkan kepalanya pelan. "Aku enggak paham maksud kamu." Aku memutar kedua bola mataku dengan malas. "Simpelnya gini deh, Bar. Gue itu punya cadangan pasangan. Sama kaya lo yang gonta ganti pasangan udah kaya lo habis ngeluarin ingus pakai tisu. Habis sekali lo pakai terus lo buang deh ke tong sampah." Aku melihat wajah Bara yang terlihat memerah. Entah malu atau marah namun aku tidak mau mempedulikannya. Aku baru memakai headset milikku lagi namun Bara sudah menahan tanganku.
10743 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as my bar
Read
+Library
Disayang Bayi Tampan, Dipinang Pamannya yang Arogan

Disayang Bayi Tampan, Dipinang Pamannya yang Arogan

Barra memang menyebalkan. “Rumi buka pintunya.” “Kamu mabuk?” tanyaku saat melihat wajah Barra memerah dan kedua matanya sayu pada layar ponsel.
1024.0K viewsCompletedAdded to Library 887 Times as my bar
Read
+Library
Era Baru

Era Baru

Dia benar-benar merasakan bila saat ini dia sama sekali tak memiliki tenaga tambahan untuk bertarung. “Huft … Huft … maaf saja. Aku harus mengakhiri ini. Bluargh!!” kata Barata dan di waktu bersamaan dia memuntahkan seteguk darah merah yang pekat. Setelah itu dia mengarahkan pandangan matanya kea rah cincin dan anting yang dikenakan oleh Ken Bamang.
1057.7K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as my bar
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status