Nafsu Gelap Sang Majikan
Raisi sontak kaget melihat sebuah kertas dengan lukisan gadis berdarah dan kata yang mengatakan, "Aku akan membunuh nya demi mu."
"Siapa yang dimaksud Papa?"
Lalu kini diantara lukisan itu, dia melihat satu wajah yang begitu familiar, kini dia begitu mengenalinya, senyum, ya ini berbeda dari gadis sebelumnya, ini lebih senyap dari gadis ceria dari lukisan sebelumnya. Gadis ini, Andira yang diam, dengan senyum cerah yang redup.
"Apa aku anak dari seorang seniman?" Lalu dia melihat sebuah tulisan yang bertulis, "Hal yang aku lupakan pada diriku adalah, bahwa aku tua. Tapi hal yang tidak aku lupakan pula adalah bahwa aku kaya."
Bab Populer