Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Home

Home

Aku tidak berani menanyakan apapun walau tadi suamiku itu memang mengajak untuk membicarakan masalah rumah tangga yang sepertinya tidak bisa ditunda lagi. Pukul setengah dua belas malam, kami baru melangkahkan kaki ke tempat parkir. Hanya tersisa empat mobil di sana. Mas Biru mengajakku masuk mobil. Aku duduk di sampingnya. Jujur saja, sejak dia menggenggam tanganku seerat itu, perasaanku kacau balau. Aku bahkan tidak bisa menatap wajahnya yang makin hari makin tirus. Memperlihatkan betapa lelahnya dia.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai my house 2pm
Baca
+Pustaka
Office Hour!

Office Hour!

"Kalau Bu Sri sih memang kebiasaannya, nggak bisa diubah. Meghan aja manggil Dhito, kok. Oke, skip. Rumah lo dimana?" "Em, sa--gue di apartemen, deket sini, kok. The Plaza." "Lah, deket banget! Bisa-bisa bentar lagi lo disuruh ikut megang kunci kantor. Yaudah, yuk turun bareng." Ajak Dhito. Dari ekor mataku, kulihat kantor yang sudah dimatikan sebagian lampunya, dan hanya tinggal kami berdua disini. "Yang lain udah pulang?"
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai my house 2pm
Baca
+Pustaka
2'20

2'20

Mereka berangkat pukul dua malam mengingat pada jam-jam tersebut, tak banyak Pati yang berkeliaran, dan keadaan di luar terasa lebih aman. Sekarang sudah nyaris pukul enam pagi ketika mobil mereka mulai memasuki jalanan yang penuh akan bangunan perumahan. Kedua orang itu terdiam, Putra yang sejak awal memang masih terjaga menatap sekelilingnya, tak banyak kerusakan di perbatasan kota sebelum benar-benar masuk ke Malang, dia juga mulai menyadari bahwa keberadaan tornado mulai minim di daerah ini. “Aku ingat bahwa Malang cukup terkenal dengan Topeng Malangan mereka,” gumam Jane tanpa sadar.
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai my house 2pm
Baca
+Pustaka
Kacamata Penakluk Wanita

Kacamata Penakluk Wanita

Dengan jemari yang masih bergetar karena adrenalin, aku mengetikkan sebuah pesan singkat. "Permisi, Pak Budi. Saya lihat iklan rumah Anda di pinggir jalan. Apakah boleh saya melihat-lihat kondisinya?" Aku melirik jam di layar ponsel. Pukul 00.45. Hampir mustahil seseorang akan membalas pesan di jam seperti ini. Aku memasukkan kembali ponsel ke saku, bersiap untuk masuk ke kamarku yang pengap.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai my house 2pm
Baca
+Pustaka
Akibat Berzina Sebelum Menikah

Akibat Berzina Sebelum Menikah

Pertemuan yang singkat itu tidak berarti apa-apa buatku, namun sepertinya berarti buat mama dan papa, juga kedua orang tua Damar. *** Dengan mengendap-endap aku berjalan memasuki rumah, jam di pergelangan tanganku sudah menunjukkan waktu pukul sebelas malam. Kami terlalu asyik memadu kasih hingga lupa waktu, dan akhirnya aku harus terlambat pulang seperti ini. Lampu-lampu utama sudah padam, tinggal beberapa lampu yang memang tidak pernah di matikan jika malam hari. Dengan langkah yang perlahan aku menaiki tangga menuju kamarku yang berada di lantai dua.
9.7149.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai my house 2pm
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Ika Wahyu Swastika Sari
semangat thor bikin ceritanya dan jgn lupa aq tungguin nih kbusukan alesha ih sma persis nih kayak ceritaku bedanya aq lbih punya segalanya dri suamiku mkanya disaat suamiku dibujuk untuk punya anak dri wanita lain. aq milih mundur dan suamiku g mau lah ninggalin aq apalagi smua fasilitas yg ada.
dewialfionita1212
kak tolonglah jangan siksa Amelia begitu, ada pakaian laki2 lain pula. aku takutnya Amelia hamil trus di fitnah kalo itu bukan anak damar, melainkan anak selingkuhnya. tolonglah kak otor, akhiri kebodohan Amelia.
Baca Semua Ulasan
The Wall In My Heart

The Wall In My Heart

hal itu dilakukannya untuk memudahkan mendeteksi dimana letak debu-debu nakal yang menempel. Kamar Adam yang berada di lantai dua dan tidak terhalangi oleh bangunan apapun atau pohon apapun mampu membuat mata melihat jelas matahari pagi yang mulai menyengat. Adam melirik jam di atas meja kecil di samping tempat tidurnya, pukul sembilan lewat tiga puluh menit. Handphone Adam berdering mendendangkan lagu yang ia nyanyikan sebelumnya. Tertera Bunda Sovie.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai my house 2pm
Baca
+Pustaka
Wasiat Turun Ranjang

Wasiat Turun Ranjang

Sinar mentari mulai menyoroti kaca jendela kamar yang sudah beberapa hari ini ditempati. Rumah lantai dua, paling besar diantara para tetangga yang berada di perumahan, menandakan pemilik rumah bukanlah orang biasa. "Jam berapa Ini?!" Dahayu mengucek matanya, Ia melirik jam yang berada di dinding kamarnya di lantai dua.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai my house 2pm
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status