LOVELY MAN
"Aku tau, Maya. Tapi tetap aja, aku nggak bisa lepas tangan begitu aja. Apalagi kamu tau, kita punya dosa besar terhadap dia, dan kita harus menebus itu, dengan memastikan hidup dia tenang minimal sampe dia menikah. Dan kalaupun dia nikah nanti, aku juga kan yang harus jadi walinya."
Maya mengangguk. "Tapi kamu nggak perlu kerja sekeras ini, Sayang ... kamu harus pikirin juga kebahagiaan kamu." Maya mengelus pipi suaminya dengan gemas.
"Kamu adalah sumber bahagiaku, kalau kamu bahagia, aku juga bahagia." Bhara nyengir menggombal.
"Dih! Gaya banget omongannya!"
Bab Populer