Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
VENDETTA

VENDETTA

"Mereka nangis terharu, mereka pikir aku laki-laki yang bisa diandalkan buat jaga kamu, Nad. Mereka lega karena bacaan ijab kabulnya keluar dalam satu tarikan napas." Nayaka mencondongkan tubuhnya ke depan, keningnya ditempelkan langsung ke atas meja, tepat di samping album foto, sementara matanya terus menatap lekat-lekat pada sosok Nadia yang duduk di sampingnya di dalam foto itu. Di balik tudung putih yang anggun, kamera sempat menangkap momen kecil yang sangat berharga.
311 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as nabastala arti
Read
+Library
Dokter Obgyn itu Suamiku

Dokter Obgyn itu Suamiku

Dengan semampunya ia memeras bagian bawah pakaiannya, agar tidak membasahi lantai. Nabila berdiri tepat di depan cermin besar di atas wastafel. Ia melihat pantulan dirinya dalam cermin tersebut. Cermin itu bagai layar televisi besar yang menampilkan seorang karakter utama perempuan yang tertindas dan menderita. Potretnya menyedihkan sekali, pasti penonton akan kasihan padanya dan sangat membenci si antagonis.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as nabastala arti
Read
+Library
BUKAN MEMPELAI IMPIAN

BUKAN MEMPELAI IMPIAN

Ada campur takut dan harap di sana, seperti orang yang sudah lama menanam bibit lalu menunggu musim tanam. "Aku...," Nabil mulai, lalu menutup mulut. Ia menatap meja, menimbang, memutar kata sampai rasa takut itu terkikis sedikit. "Jadi gimana, boleh nggak aku ngelamar?"
1038.3K viewsCompletedAdded to Library 803 Times as nabastala arti
Read
+Library
Nista Pembawa Nikmat

Nista Pembawa Nikmat

"Mana Ari, Ma?" "Sssttt ...." Isyarat Nurul sembari menutupi mulut nya pakai jari telunjuk. "Sabar Yah.. dia lagi salat, Awas... ingat lho pesan Mama, jangan main kasar sama anak," pinta Nurul pada suaminya. Tiba-tiba terdengar suara Ari bernyanyi-nyanyi lirih dari ruang salat, tanpa basa-basi lagi Pak Suhadi pun langsung memanggilnya.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as nabastala arti
Read
+Library
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

Muka Nabil terlihat tegang tak tersembunyikan. “Take it easy, Bil,” ujar Radit menenangkan. Nabil menghela nafas kemudian melepaskannya pelan-pelan, mencoba bersikap rileks kendati merasa berada di dalam tekanan. “Dit, kalau ditolak kira-kira gimana ya?”
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 484 Times as nabastala arti
Read
+Library
Cara Menangani Perselingkuhan

Cara Menangani Perselingkuhan

Indra bukan sekadar artis; ia adalah magnet yang berbahaya. "Tenangkan dirimu, Nabilla. Tetaplah profesional. Dia adalah artismu, investasimu, bukan target cintamu," gumamnya tegas pada pantulan dirinya di cermin, mencoba memanggil kembali sosok penguasa industri yang dingin. Setelah berhasil menguasai diri, Nabilla kembali ke ruang perawatan. Ia mendapati Indra sedang menekuni lembaran partitur yang berserakan di atas ranjangnya.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as nabastala arti
Read
+Library
Istri Mungil Milik Tuan Tanah

Istri Mungil Milik Tuan Tanah

Sembari menelusuri tiap garis wajah Nesa dengan jari-jarinya. Ibu jari Barata berhenti di atas bibir yang seperti kelopak bunga mawar merah. “Kali ini ... aku akan mati-matian mempertahankan milikku. Apa pun yang terjadi, Barata tidak akan lagi kehilangan apa yang sudah semestinya menjadi miliknya,” ucapnya pada diri sendiri.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as nabastala arti
Read
+Library
Lamaran untuk Bayi Tak Bernasab

Lamaran untuk Bayi Tak Bernasab

Anin sekuat tenaga untuk tak menangis, ia menyentuh tangan mungil itu melalui lubang yang disediakan. Si Ibu muda itu mengatakan semua kalimat penghiburan untuk anak lelaki kesayangannya itu berharap sang putra dapat mengerti ucapannya. “Ibu pulang dulu ya, Nak. Tetapi ibu janji akan datang lagi dan menemani Bhama di sini,” ujar Anin mengakhiri kalimatnya. Sebelum beranjak dari tempat itu, ia mengecup jari mungil tersebut.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as nabastala arti
Read
+Library
Lidah Menantu

Lidah Menantu

"Bil, minum dulu! Ical meraih gelas di atas meja kemudian memberikannya pada Nabila. Nabila menerimanya dan segera meneguk habis isinya. "Kamu tenang dulu! Tarik napas dan buang perlahan!" Nabila mengikuti saran Ical. Dia menarik napas dan membuangnya. "Ucap istigfar, Bil! titah Ical. "Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah!" "Gimana, udah agak tenang?" tanya Ical. Nabila mengangguk. Dipejamkannya kedua matanya.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as nabastala arti
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status