NODA
Hem, biar bisa jadi pianis terkenal dan berguna, nggak luntang-lantung kayak nggak ada guna gini," ujarnya membuatku tertawa.
"Kan, sudah sering main di panggung."
"Tapi yang nonton cuma kamu dan Denis." Aku semakin terkekeh.
"Kalau gitu aku minta tanda tangan dulu sebelum kamu benar-benar kembali jadi pianis terkenal."
"Di mana? Jidat atau pipi?!" jawabnya sebal.
"Terserah yang penting ikhlas."
"Dah lah, ada perlu apa? Sepertinya penting sekali sampai-sampai seorang Megantara datang ke rumah Renata," sindirnya.