Pernikahan tanpa Bahagia
Di bawah langit biru, suara ombak dan palu tukang berpadu, menciptakan ritme baru — ritme kehidupan yang perlahan bangkit kembali.
Sore harinya, setelah pekerja pulang, Naira duduk sendirian di ruang aula lama. Cahaya senja masuk dari jendela besar, menimpa lantai kayu yang mulai retak. Di sudut ruangan, ada piano tua yang sudah bertahun-tahun tak disentuh. Ia berjalan mendekat, mengusap debu di permukaannya, lalu menekan satu tuts.
Bunyi lembutnya menggema pelan — sumbang, tapi penuh kenangan.
Hot Chapters