Anara
Matanya seketika terpejam saat bibir Bryan mulai menyentuh bibirnya, basah dan hangat.
Anara hampir kehabisan nafas dan mendorong pelan tubuh Bryan, agar ciuman mereka terhenti. “Kau sangat nakal.” Ucap Anara manja, memukul pelan dada penuh otot itu. Bryan hanya tersenyum, tapi tangannya mulai membuka kancing baju gadis di depannya satu persatu. Sementara bibirnya sudah kembali melumat bibir itu dengan ganas, dan menyesapnya dengan kuat. Tubuh gadis itu mundur perlahan, karena tak sanggup menahan desakan tubuh Bryan yang sudah mulai liar, hingga kaki kecilnya terantuk sisi tempat tidur dan jatuh terduduk.
Hot Chapters