Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nadira

Nadira

Happy reading ** "Oh, jadi gitu, di sekolah kamu sering gosipin dan jelek-jelekin Nda, Kak?" Byurr! Uhuk, uhuk. Lucas tertawa mesi wajahnya basah karena semburan Nadira. Untung cantik dan mulut Nadira itu wangi, jadi Lucas tak marah. Sedangkan Nadira dengan cepat menoleh, seisi kantin ikut menoleh ke arah pintu masuk kantin. Mereka semua tercengang.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai naiss
Baca
+Pustaka
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Suara Ning Zhiyuan dingin, tidak lagi menahan sedikit pun kehangatan. Bersambung....
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai naiss
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

Aku membaca isi kertas tersebut ini isinya, Dear Cindy, Aku minta maaf ya sama kamu aku harus pergi dalam kehidupan baru aku kamu jangan sedih terus ya jangan nangis kalo ada masalah telfon aja insya Allah aku masih bisa nemenin kamu sekali lagi aku minta maaf ya cin. Dari tata. "Astaghfirullah tata kemana ya" "Maaf mbak tata mau kemana ya kok pamit ke aku" "Tata mau nikah"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai naiss
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Bruk "Aww... Hiks" Nico menghembuskan nafas kasar, dia turun dari golpcar dan menghampiri wanita lemah yang sedang menangis tersedu-sedu. Nico mengangkat satu alisnya ketika wanita itu mendongak, "Ck, jangan manja," ucapnya menatap Mawar dengan pandangan jijik. "Cepat berdiri atau kau ku usir dari sini," suaranya terdengar sinis dan tajam, membuat Mawar semakin mengeraskan isakan nya.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai naiss
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

Rasa penasaran tiba-tiba membuncah, membuatku tak sadar menoleh kepada Aquilla yang mendongak untuk menatap Aurora tersebut. Aku baru menyadari bahwa di leher kanan Aquilla terdapat sebuah tato berbentuk naga yang warna memudar, seakan-akan berbaur dengan kulit putih pucatnya itu. Matanya pun kini bersinar merah, bukan lagi berwarna ungu yang membuatku takjub sekaligus iri. “Aquilla,” panggilku tapi dia tetap bergeming pada posisinya. Dia terlihat terlalu terikat dengan pemandangan Aurora berwarna ungu tersebut. “Apa yang sedang kau lakukan?”
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai naiss
Baca
+Pustaka
Mas Sena

Mas Sena

“kalau boleh tahu bapak sedang cari siapa ya?” Sena pun mengingat ingat nama orang yang dicarinya. “Kata ibu saya namanya ina, ya ina. Apa kamu kenal ina?”ucap Sena. “Ina,?” Orang yang diajak berbicara pun juga berpikir tentang ina. Pasalnya disini tidak ada yang namanya ina. “Sepertinya peserta kami tidak ada yang namanya ina,”jawabnya. Sena hanya mengangguk angguk kan kepalanya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai naiss
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Seakan tak ingin menyadarkan wanita itu dari lamunan. "Oh, maaf, Tuan." Asih tergagap dan keluar mobil dengan kedua pipi bersemu merah. Bayu hanya tersenyum. Asih mengedarkan pandangan. Matanya disuguh dengan warna hijau yang membentang luas, udara di sana juga terasa segar, sangat berbeda dengan kota yang mereka tinggali.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai naiss
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status