CALON MERTUAKU
Aku berikan saja bayi kami dan dia pun tersenyum memandang anak kami dalam remang-remang lampu minyak.
“Jadi kite bagi nama Muhammad Angga Saputra, Bang?” Nora bertanya padaku. Memang kami merencanakan nama Angga kalau laki-laki dan jika perempuan Siti Indah Lestari, katanya Nora sangat menyukai nama itu.
“Bagilah, Nora, yang penting kau dan anak Abang sehat.”
“Tak panggil Abang lagi, Bang, panggil Emak dan Ayah lagi.” Malam ini rasanya Nora tak berhenti tersenyum padaku. Dia bahagia sekali menjadi seorang ibu.