Kafan Hitam
Pelanggan itu menyodorkan uang seribu di samping gelas, lalu pergi meninggalkan warung, tak mengambil kembalian.
Meski merasa aneh, Euis kembali pada aktivitasnya menata dagangan. Ia meyampirkan jilbab ke bahu begitu dua wanita mengunjungi warung. Senyum ia berikan sebagai sambutan. “Ceu,” sapanya.
“Kamu tadi ngobrol sama siapa, Is?” tanya wanita berciput kuning, Ceu Cucu. Matanya bergerak gelisah memandangi sekeliling arah.
Hot Chapters