Genius Liar
Raefal mengernyitkan dahi, tampak meminta penjelasan karena mungkin dia tak paham maksud ucapanku.
“Kamu inget gak, dulu waktu satu tahun kamu kuliah di China buat belajar bahasa Mandarin. Kamu pernah deket sama cewek Jepang. Siapa namanya, ya?” Aku mengetuk-ngetuk pelipis dengan jari telunjuk, memasang pose sedang berpikir keras. “Oh, iya. Namanya Ryoko. Tomita Ryoko,” ucapku semangat saat nama gadis Jepang yang pernah dekat dengan Raefal, kusebutkan namanya. Tentu saja aku hanya berpura-pura melupakan namanya tadi, karena pada kenyataannya nama gadis itu tak akan pernah aku lupakan sampai kapan pun.