Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ditalak suami karena gendut

Ditalak suami karena gendut

kata Nani. "Dasar payah. Terus apa gunanya kamu punya wajah cantik, hah?" "Mamah! Nani itu dari kampung. Jadi wajar jika dia gak tahu apa-apa. Nani hanya perlu beradaptasi." "Iya! Beradaptasi dengan monyet. Akh... sudah! Mamah sudah kenyang," cetus Bu Antena seraya beranjak dan pergi. "Maafin ibu saya, ya, Nani? Ibu saya memang agak sensitif, jadi tolong dimaklumi, ya?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
Wanita Hina Bernama Nania

Wanita Hina Bernama Nania

Bi Hanna menunduk kembali saat melihat Evani ada di pelukan Tuannya. “Tuan? Anda sudah ....” Kalimat Nania terpotong sesaat setelah Brata ada di depannya? “Nyonya?” Sapaan itu hadir saat tahu Evani ikut Brata di sisinya. “Wah, wah, jadi ini Nyonya rumahnya?” Nania maju dengan tangan terlipat. Dia mengamati Nania seperti sebuah barang antik yang tak pantas ada di dekatnya. “Bajumu lebih cocok seperti ini ketimbang baju semalam, Nan. Daster hello Kitty dan juga sendal jepit. Sering-sering kamu sadar diri seperti ini, ya?”
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
Kali Kedua

Kali Kedua

"Assalamu'alaikum Mas." "W*'alaikumsalam. Nana lagi di mana?" "Masih di toko, Mas. Pripun?" (Pripun = Gimana) "Di sini hujan. Di tempat Nana, hujan nggak?" "Nggih, Mas. Di sini juga hujan. Mas lagi di mana sekarang?" "Di Sari Laut, Na. Mas habis ngecek seafood yang baru datang. Nanti mau dijemput nggak?"
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 522 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
BETVIEL

BETVIEL

Namun, tentu saja dia tidak akan melakukan hal itu. Ana menatap tangan si gadis berhijab putih yang terulur kepadanya. Kemudian, dia tersenyum kecil dan membalas jabatan tangan Kinanti. "Aku Anatari." Kinanti terdengar sedikit berdeham. "Ehm, kau mau ikut mengerjakannya? Setidaknya ini cukup membantumu agar terlihat sebagai murid yang rajin di hari pertamamu sekolah di sini."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

"Sabar, dong. Orang sabar itu kekasih Allah." ucap Hasby. Bijak seperti biasanya. "Taraaa!" Nisa mengembangkan kedua tangannya. Netra merah Mumu membelalak saat Yanti kembali. Yanti mengenakan gamis seperti Yanah dan Nisa. Kepalanya juga memakai hijab instan. Ada sapuan bedak dan lipstik tipis - tipis. Yanti terlihat berbeda.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
Bismillahmu Bukan Untuk Aku

Bismillahmu Bukan Untuk Aku

Namanya Santi, Nisa sudah berteman dengan Santi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Setelah keluar dari lingkungan LBB Mentari tadi, Nisa langsung menghubungi Santi. Ia perlu tempat bercerita sekaligus butuh asupan makanan pedas untuk melampiaskan perasaan dongkolnya hari ini. Perkara Ardan dan lingkungan kerja yang menyebalkan tak bisa ia simpan sendiri. "Santai saja kali." Santi tersenyum sembari menatap Nisa lekat. Ia lanjut bertanya, "Ada apa sih sebenernya?"
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
Bertaruh Hati Demi Anak Tiri

Bertaruh Hati Demi Anak Tiri

Mobil pun kembali melesat menuju sekolah dimana Nathan menuntut ilmu. Jarak yang cukup dekat, membuat Nathan dengan cepat pula tiba di sekolahnya. Segera Nathan turun dari mobil. Saat kaki melangkah masuk ke pintu gerbang, tiba-tiba saja seorang lansia mencekal tangan Nathan. "Tunggu, Nak!" Nathan menoleh. "Eh, iya! Maaf, nenek ini siapa?" Nathan merasa terkejut. Orang yang disebut nenek itu mengulurkan tangan. "Nama nenek adalah Melani. "
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
Nikah Kontrak Dengan Kakaknya Mantan Untuk Balas Dendam

Nikah Kontrak Dengan Kakaknya Mantan Untuk Balas Dendam

‘Aku harus belajar lebih banyak dan lulus cepat, jadi kalau ada masalah serupa aku bisa bantuin Erin,’ gumam Nathan dalam hati. “Kamu nggak ada kelas, Nathan?” Lamunan Nathan buyar begitu mendengar suara seorang perempuan. Ia baru ingat kalau Niki memang tinggal di rumah mereka untuk sementara. Pandangan mata pria itu beralih ke sumber suara. Niki sudah berdiri dengan pakaian kerja yang rapi. “Sudah selesai,” jawab Nathan yang kemudian kembali memandangi langit-langit ruangan.
8.57.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

Bel istirahat berbunyi sejak lima menit yang lalu, Bu Nana yang sedang mengajar di kelas Shera barusan keluar membuat hampir seisi kelas berbondong-bondong ke kantin. Terkecuali Shera, cewek itu duduk di bangkunya sambil melihat grafik nilai yang tadi diberikan oleh Bu Nana. “Ikut ke kantin nggak?” tanya Anissa sambil mengeluarkan dompet dari tasnya sedangkan Julia dan Raisha sudah menunggu di depan kelas.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

Kata Rindiani Saat Sudah masuk ke dalam mobil dan Kembali melanjutkan perjalanan ia pun mulai mengintrogasi kakaknya yang sedang menyetir " Jadi ?" kata Citra sambil melirik Al " Jadi Apa Cit ?" Kata Al " Jadi siapa wanita cantik itu ?" Tanya Citra " Dia Rindiani Cit, Kan udah kenalan tadi " Jawab Al " Iya tau kak, Wanita Cantik yang sekarang tinggal di Apartemen kakak itu namanya Rindiani " Kata Citra yang mulai kesal mendengar jawaban kakaknya
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai nanti adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status